Keuangan

Bank vs Pinjaman Online, OCBS NISP Sebut Ini Pertanda Bank Sudah Tidak Bisa Melayani

Baik dalam bentuk akuisisi oleh Bank atau penyuntikan modal oleh anak perusahaan modal ventura milik bank yang bersangkutan.

Bank vs Pinjaman Online, OCBS NISP Sebut Ini Pertanda Bank Sudah Tidak Bisa Melayani
Ilustrasi canva/tribunkaltim
Saat ini melalui perangkat smartphone pun bisa lakukan berbagai hal termasuk satu di antaranya memanfaatkan pinjaman online, perbankan di dunia online. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Era milenial seperti sekarang ini banyak inovasi terobosan satu di antaranya munculnya pinjaman online yang dianggap sebagai pesaing baru baru dunia Bank di Indonesia.

Keberadaan fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjaman online kerap dianggap mengancam eksistensi industri perbankan.

Namun, benarkan demikian?

Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja menjelaskan.

Menyadur dari Kompas.com, dia jelaskan, keberadaan pinjaman online justru mengisi ceruk yang tidak bisa dilayani pihak bank.

Yaitu pelayananan kredit mikro.

Parwati menyebut, OCBC NISP dahulu sempat menggeluti lini bisnis mikro.

Namun hal ini tak bertahan lama.

"Kita lihat ini ada karena bank enggak bisa serve, melayani." tutur Parwati, di Menara Kompas, Kamis (8/8/2019).

Kita dulu masuk bisnis mikro awal 2010 dan kemudian kita keluar," ujar Parwati.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved