Keuangan

Bank vs Pinjaman Online, OCBS NISP Sebut Ini Pertanda Bank Sudah Tidak Bisa Melayani

Baik dalam bentuk akuisisi oleh Bank atau penyuntikan modal oleh anak perusahaan modal ventura milik bank yang bersangkutan.

Bank vs Pinjaman Online, OCBS NISP Sebut Ini Pertanda Bank Sudah Tidak Bisa Melayani
Ilustrasi canva/tribunkaltim
Saat ini melalui perangkat smartphone pun bisa lakukan berbagai hal termasuk satu di antaranya memanfaatkan pinjaman online, perbankan di dunia online. 

Parwati mengatakan, seharusnya bank dan perusahaan penyedia jasa pinjaman online bisa saling melengkapi satu sama lain.

Pihak P2P lending memiliki keunggulan di bidang teknologi serta penetrasi ke pasar yang lebih luas.

Sementara bank memiliki dana yang lebih besar, serta pengelolaan risiko yang lebih baik.

Menurut dia, jika ingin berkembang, P2P lending memang mau tidak mau harus berkolaborasi dengan bank.

Baik dalam bentuk akuisisi oleh Bank atau penyuntikan modal oleh anak perusahaan modal ventura milik bank yang bersangkutan.

Sebab, P2P lending membutuhkan suntikan dana yang lebih besar dan tidak bisa menghasilkan pendanaan dari ritel saja.

Sumber pendanaan P2P kan dari ritel, dan kalau scale up mereka butuh partner institusi.

Pelayanan di Indonesia juga masih butuh banking," jelas dia.

"Konteksnya di Indonesia, ibarat kue, pie-nya growing, mindset-nya enggak.

Kemudian kita rebutan kue, tapi bagaimana membuat kuenya lebih besar," ujar dia.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved