Pilkada Samarinda

Optimis Maju di Pilkada Samarinda 2020, Sarwono Siapkan Program Penanganan Banjir

Bencana banjir selalu menjadi masalah utama yang melanda Kota Samarinda. Siklus banjir ini hampir terjadi setiap 10 tahun sekali sejak 1998 lalu.

Optimis Maju di Pilkada Samarinda 2020, Sarwono Siapkan Program Penanganan Banjir
Tribunkaltim.co/ Rafan Dwinanto
Sarwono 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Bencana banjir selalu menjadi masalah utama yang melanda Kota Samarinda. Siklus banjir ini hampir terjadi setiap 10 tahun sekali sejak 1998 lalu.

Banjir kemudian terjadi kembali pada tahun 2008 dan berlanjut pada tahun 2019, dan  mengalami peningkatan  karena sebagian daerah yang sebelumnya tidak terendam banjir, pada banjir lalu   turut tergenang.

Kandidat bakal calon  Walikota Samarinda pada Pilwali tahun 2020, Sarwono yang ditemui Tribunkaltim.co  mengatakan,  salah satu faktor terjadinya banjir di Kota Samarinda karena  kurangnya perawatan infrastruktur penanggulangan banjir yang tidak bisa dimanfaatkan maksimal.

“Samarinda ini ibukota  Provinsi Kaltim. Namun betapa mirisnya kondisi pembangunan di ibukota ini tidak mampu dilaksanakan dengan maksimal.

Langkah awal dalam membangun sinergisitas pembangunan sendiri, dari Pemerintah Samarinda sudah salah langkah, karena saat menjalankan program pembangunan drainase untuk menanggulangi banjir,

kenapa harus menunggu anggaran, kenapa tidak memanfaatkan dana lainnya untuk memulainya lebih awal. Dengan begitu hasilnya juga akan terlihat dan dapat dirasakan masyarakat sebelum bencana banjir kemarin melanda Samarinda," ucap Sarwono, Selasa (13/8/2019).

Mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Samarinda itu mangatakan,  bahwa dirinya saat ini sudah mempersiapkan beberapa program untuk mengembangkan pembangunan Kota Samarinda, yang ditargetkan menjadi daerah smart city. 

Ketua dan 4 Anggota PPK di Samarinda Dipenjara, Terbukti Buat Suara 6 Caleg Pemilu 2019 Berkurang

8 Mahasiswa Dipukul, Kepala Satpol PP Samarinda Dituntut Mundur

Pawai Pembangunan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Pemkot Samarinda Berlakukan Beberapa Peraturan Baru

Beberapa program tersebut seperti fokus menjalankan program untuk menanggulangi bencana banjir, kemudian mengembangkan dan menambah lapangan kerja bagi 60 ribu pemuda Samarinda, yang saat ini tidak memiliki pekerjaan.

“Dari beberapa program itu, coba saya terangkan sedikit ya. Yaitu dua program yang sudah saya siapkan, pertama soal penanggulangan banjir, dan mengembangkan dan menambah lapangan kerja untuk setiap pemuda, yang saat ini kurang lebih ada 60 ribu jiwa di Samarinda menganggur," katanya.

Untuk menjalankan dan mensukseskan program itu, Sarwono mengatakan, diperlukan keinginan yang kuat untuk mengubah mindset masyarakat dan adanya dukungan penuh, yang diberikan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Karena tanpa adanya dukungan, sangat sulit bagi Kota Samarinda untuk pulih dari persoalan banjir dan pengangguran.

“Untuk menjalankan program ini, tentunya dibutuhkan kerjasama dan dukungan kuat dari masyarakat dan pemerintah provinsi. Karena bila restu tidak didapatkan, maka program yang bertujuan memulihkan Samarinda dari persoalan banjir dan pengangguran,” ujarnya

Sarwono mencanangkan, dalam menjalankan program tersebut, jika dipercaya oleh masyarakat Samarinda, akan melakukan langkah awal,

dengan membangun kondisi dan situasi yang kental dengan harmonisasi. Karena menurutnya, saat ini masyarakat sudah sangat resah, menunggu adanya solusi untuk mengurangi permasalahan yang ada di Samarinda.(*)

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved