Pakai Embel-embel Pro, Apple Dikabarkan Akan Luncurkan iPhone 11 Pro
Appel juga dikabarkan bakal memberikan julukan yang sama dengan iPhone 11 yang akan diluncurkan 2019 ini.
Bahkan saat itu ia memperkirakan iPhone hanya bisa merengkuh dua hingga tiga persen pangsa pasar saja.
"Tidak ada kesempatan bahwa iPhone akan mendapatkan pangsa pasar yang signifikan. Tidak ada kesempatan," ujar Bellmer kala itu.
Agaknya, Ballmer harus menelan ludahnya sendiri melihat agresivitas iPhone yang pesat, dan menempatkan Apple sebagai tiga besar vendor smartphone terbesar di dunia hingga kini.
Di sisi lain, bisnis mobile Microsoft harus gulung tikar karena kalah saing dengan iOS, sistem operasi iPhone dan Android.

Baru-baru ini, Ballmer mengakui bahwa prediksinya beberapa tahun salam salah total. Tidak cuma Ballmer. Sebulan setelah iPhone dirilis pada 29 Juni 2007, co-CEO BlackBerry, Jim Balsillie juga menganggap remeh iPhone.
"(Apple dan iPhone) ibarat pendatang baru yang masuk ke dalam ruang yang sudah ramai akan pilihan untuk para kustomer," ujarnya kala itu, dilansir KompasTekno dari Phone Arena, Minggu (30/6/2019).
Namun beberapa di antaranya sadar lebih awal akan tren layar sentuh dan mulai menerapkan inovasi iPhone di lini produk mereka. Salah duanya adalah LG Voyager dan Samsung Instinct yang dirilis tak lama kemudian.
Mendulang sukses cibiran para kompetitor dijawab Apple dengan angka. Dari sata Statista, iPhone generasi pertama terjual 11,63 juta hingga tahun 2008 sejak rilis hari pertama. Jumlah penjualannya terus melesat hingga tahun 2015 dengan total 231,22 juta unit.
Apple dikenalkan langsung oleh sang legenda Apple, mendiang Steve Jobs. iPhone merupakan perwujudan ambisi Jobs dalam menggabungkan ponsel, internet, dan iPod dalam satu benda.
"Mereka bukanlah tiga perangkat yang terpisah," ucap Jobs saat melahirkan iPhone untuk pertama kalinya ke dunia. Apple, kemudian memperkenalkan App Store sebagai toko aplikasi iOS pada tahun 2008. Disusul peluncuran iPad pada 3 April 2010 dan Apple Watch pada 24 April 2015.
Menurut beberapa periset pasar, performa kedua lini itu lesu. Saking lesunya, saham Apple ikut tergoncang pada bulan April lalu. CEO Apple, Tim Cook beralasan, loyonya penjualan Apple diakibatkan oleh perang dagang antara China-AS dan penjualan iPhone yang merosot di Negeri Panda. (*)