AKHIRNYA Jokowi Ungkap Menteri Muda yang Bakal Duduk di Kabinet Kerja II, Ada di Bawah 30 Tahun

Teka-teki siapa calon menteri di Kabinet Kerja II pemerintahan Jokowi-Maruf Amin tampaknya mulai menemui titik terang

AKHIRNYA Jokowi Ungkap Menteri Muda yang Bakal Duduk di Kabinet Kerja II, Ada di Bawah 30 Tahun
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
AKHIRNYA Jokowi Ungkap Menteri Muda yang Bakal Duduk di Kabinet Kerja II, Ada di Bawah 30 Tahun 

Sebelumnya, nama Adian Napitupulu menggema dalam acara Halalbihalal Presiden Jokowi bersama aktivis 98, di Jakarta, Minggu (16/6/2019) lalu.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan saat ini memang aktivis 98 sudah banyak yang menjadi kepala daerah atau wakil rakyat di parlemen.

Namun, Jokowi mengakui belum ada aktivis 98 yang menjadi menteri di pemerintahan.

Jokowi pun kemudian menyinggung nama Adian Napitupulu saat bicara soal kursi menteri.

"Berkaitan dengan aktivis 98, ini adalah pelaku sejarah, memang sebagian besar sudah ada yang menjabat bupati, DPR, wali kota atau jabatan lain, tapi saya juga mendengar ada yang belum."

"Saya lihat menteri belum," kata Jokowi.

Setelah pernyataan Jokowi itu, para aktivis 98 yang hadir lantas meneriakkan nama Adian Napitupulu sebagai bentuk dukungan kepada politikus PDIP itu untuk masuk dalam pemerintahan mendatang.

"Adian, Adian, Adian," seru para aktivis 98.

"Bisa saja, kenapa tidak? dengan kemampuan yang ada bisa saja," timpal Jokowi.

Beredar di Medsos, Daftar Nama-nama Menteri

Teka-teki nama-nama menteri yang bakal dipilih Presiden Jokowi masuk dalam kabinetnya, memang dinanti-nanti banyak pihak.

Daftar nama-nama menteri Kabinet Kerja Jilid II pun beberapa kali beredar di grup WhatsApp.

Nama-nama itu diklaim diputuskan Presiden Jokowi di Istana Bogor pada Minggu (4/8/2019) lalu.

Foto yang beredar di media sosial menunjukkan selembar kertas dan terdapat stempel berwarna merah dengan tulisan RAHASIA.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Instagram.com)

Dalam selembar kertas tersebut, tertulis "Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden Dalam Kabinet Kerja Jilid ll Periode 2019-2024".

Tertulis juga, rapat dipimpin Presiden Jokowi dengan Sekretaris Rapat Pramono Anung di Ruang Garuda Istana Bogor, Minggu (4/8/2019).

Adapun yang hadir ditulis Wapres terpilih Ma’ruf Amin, ketua umum partai koalisi, dan sekretaris jenderal partai koalisi.

Di antara nama-nama yang beredar itu, ada pula nama Adian Napitupulu sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang.

Berikut susunan kabinet Jokowi-Maruf Amin yang beredar di medsos tersebut:

Presiden: Joko Widodo

Wakil Presiden: Maruf Amin

Menteri Kabinet

Menteri Sekretaris Negara: Pramono Anung Wibowo

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Hendrawan Supratikno

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Susi Pudjiastuti

Menteri Perhubungan: Rusdi Kirana

Menteri Kelautan dan Perikanan: Agus Suherman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Faisal Basri

Menteri Pariwisata: Triawan Munaf

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Ryamizard Ryacudu

Menteri Dalam Negeri: Ganjar Pranowo

Menteri Luar Negeri: Dino Patti Djalal

Menteri Pertahanan: Andi Widjajanto

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Mahfud MD

Menteri Komunikasi dan Informatika: Semuel Abrijani Pangerapan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Heru Budi Hartono

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Rini Soemarno

Menteri Keuangan: Muhammad Chatib Basri

Menteri BUMN: Ririel Ardiansyah

Menteri Koperasi dan UKM: Eva Kusuma Sundari

Menteri Perindustrian: Bahlil Lahadalia

Menteri Perdagangan: Fadli Zon

Menteri Pertanian: Spudnik Sujono Kamino

Menteri Ketenagakerjaan: Muhammad Hanif Dhakiri

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono

Menteri Lingkungan Hidup dan Perikanan: Tsamara Amany Alatas

Menteri Agraria dan Tata Ruang: Adian Napitupulu

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Yudi Latief

Menteri Agama: Komaruddin Hidayat

Menteri Kesehatan: Daeng M Faqih

Menteri Sosial: Agus Harimurti Yudhoyono

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Najwa Shihab

Menteri Pendidikan Nasional: Syawal Gultom

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi: Kadarsah Suryadi

Menteri Pemuda Dan Olahraga: Erick Thohir

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Budiman Sudjatmiko

Pejabat Setingkat Menteri

Jaksa Agung: Todung Mulya Lubis

Panglima TNI: Jenderal Andika Perkasa

Kapolri: Jenderal Mohammad Tito Karnavian

Sekretaris Kabinet: Johan Budi SP

Kepala Negara Pemerintah Non Kementerian

Kepala Badan Intelijen Negara: Budi Gunawan

Kepala Badan Penanaman Modal: Thomas Trikasih Lembong

Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Addie Muljadi Sumaatmadja

Kepala Lembaga Non Struktural

Kepala Staf Kepresidenan: Diaz Hendropriyono.

Megawati minta jatah menteri paling banyak

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara resmi menutup Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, pada Sabtu (10/8/2019).

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri, secara blak-blakan meminta kepada Presiden Jokowi agar partainya diberi jatah kursi menteri yang paling besar di antara kelompok politik lainnya.

Hal itu secara terbuka disampaikan Megawati di dalam pidatonya di pembukaan kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach Hotel, Kamis (8/8/2019).

Pidato pembukaan Kongres V PDIP oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Pidato pembukaan Kongres V PDIP oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (Youtube/KompasTV Live)

Acara itu turut dihadiri Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan Wapres terpilih periode berikutnya Maruf Amin, dan para ketua umum parpol koalisi plus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Awalnya Megawati bercerita bagaimana dirinya menjaga partainya untuk selalu konsisten dengan perjuangan.

Selama 10 tahun memerintah, Presiden SBY selalu menawari dirinya agar bergabung ke pemerintahan.

Caranya adalah dengan tawaran kursi menteri. Setiap kali juga Megawati selalu menolak.

Megawati mengaku anak-anaknya di partai menggerutu kepadanya saat melakukan penolakan itu.

Sebab sudah susah berjuang agar menjadi pemenang pilpres, namun tak pernah mendapat apa pun.

"Saya omong, kalau elo kepengen jadi menteri (dengan cara seperti itu, red), keluar dari PDIP. Ora patekhen (bahasa Jawa: saya takkan kehilangan, red)," kata Megawati.

Namun, Megawati berpaling ke Jokowi.

Menurutnya, Jokowi mesti memberikan jatah kursi menteri kepada kader PDIP.

Sebab partainya sudah dua kali menjadikan Jokowi sebagai pemenang.

"Orang kita pemenang dua kali. Betul tidak? Saksikan ya. Iya dong. Jangan nanti, (Jokowi bilang, red) 'Ibu Mega, saya kira karena PDIP sudah banyak kemenangan, sudah ada di DPR, nanti saya kasih cuma 4 ya'. Endak mau. Tidak mau. Tidak mau. Tidak mau," kata Megawati yang disambut riuh teriakan para kader PDIP.

"Iya dong. Orang yang tak dapat kemenangan saja minta. Horeeeeeee," teriak Megawati sambil mengepalkan kedua tangannya di hadapan dada.

"Ini dalam kongres partai ya Pak Presiden, saya meminta dengan hormat, bahwa PDIP masuk ke kabinet dengan jumlah menteri yang terbanyak," kata Megawati yang disambut teriakan gemuruh dari kader.

Respon Jokowi

Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan, PDI Perjuangan akan mendapatkan jatah kursi menteri paling banyak dalam Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024.

"Yang jelas (kursi menteri untuk PDIP) pasti yang terbanyak. Itu jaminan saya," kata Jokowi ketika berpidato di acara Kongres ke-V PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8/2019).

Pernyataan Jokowi disambut sorak sorai dan tepuk tangan peserta kongres.

Jokowi tidak merinci berapa jumlah kursi menteri yang akan ia percayakan pada kader partai berlambang banteng hitam moncong putih tersebut.

Namun, Jokowi berseloroh bahwa yang dimaksud mendapatkan kursi menteri terbanyak itu juga bisa didasarkan pada jatah kursi menteri kepada partai politik pengusungnya yang lain.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menjadi pembicara pada Kongres PDIP V di Bali pada Kamis (8/8/2019).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menjadi pembicara pada Kongres PDIP V di Bali pada Kamis (8/8/2019). (Capture Kompas Tv)

Artinya, apabila parpol pengusungnya yang lain mendapatkan jatah dua, maka jatah untuk PDIP bisa jadi hanya empat.

"Tadi Bu Mega kan menyampaikan ya, jangan empat (orang menteri) dong. Tapi kalau (partai) yang lain dua dan PDIP empat, kan sudah dua kali (lipat) juga," ujar Jokowi sembari tertawa.

Peserta kongres ikut tertawa sambil bertepuk tangan mendengar kelakar Jokowi itu.

(*)

Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved