Akui Masih Banyak yang Lebih Baik jadi Menteri, Ahok BTP: Saya Tugasnya Jalan-jalan ke Daerah Saja

Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok BTP santer disebut-sebut sebagai calon kuat menteri di Kabinet Kerja Jokowi-Maruf.

Akui Masih Banyak yang Lebih Baik jadi Menteri, Ahok BTP: Saya Tugasnya Jalan-jalan ke Daerah Saja
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Akui Masih Banyak yang Lebih Baik jadi Menteri, Ahok BTP: Saya Tugasnya Jalan-jalan ke Daerah Saja 

"Jadi biarlah kita berikan kesempatan beliau, PDI Perjuangan memberi kesempatan kepada beliau untuk menata kehidupannya dulu. Soal nanti politik atau apa, nantilah. Tanyakanlah kepada beliau," jelas Eriko dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (9/10/2019).

Eriko menjelaskan, Megawati memberikan sambutan spesial pada Ahok untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa PDIP ingin mengajarkan toleransi atas segala perbedaan.

"Di tengah esensi pelbagai perbedaan, di tengah sekarang problem radikalisme ya, problem politik identitas, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya prinsip kita saling menghargai, saling bertoleran, saling menghormati," ujarnya kepada wartawan, Kamis (8/8/2019) malam.

Selain itu, sambutan khusus tersebut untuk menunjukkan bahwa Megawati sebagai Ketum PDIP itu tak pernah meninggalkan kadernya tersebut.

Megawati masih peduli dengan Ahok meski pria 53 tahun itu sempat berurusan dengan masalah hukum.

"Kita tidak pernah meninggalkan beliau, dan tidak pernah mau mengatakan bahwa karena ada hal seperti itu (masalah hukum) dia bukan bagian kita. Nah itu yang ingin ditunjukkan oleh ketua umum kami," ujar Eriko.

Pada acara Kongres V PDIP di Bali tersebut, Ahok mendapat sambutan langsung Megawatii.

"Di sini juga ada, ya karena sudah jadi kader PDI Perrjuangan namanya BTP, BTP, Basuki Tjahaja Purnama," seru Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat berpidato dikutip TribunWow.com dari channel Youtube Kompas TV.

Mendengar hal itu, Ahok yang juga memakai baju merah langsung berdiri.

Seruan Megawati itu juga disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Sambil berceloteh, Megawati menegaskan nama Basuki Tjahaja Purnama biasa dipanggil dengan Ahok.

Presiden Republik Indonesia ke-5 itu, merasa heran mengapa orang Indonesia sering mempermasalahkan nama seseorang.

Menurutnya, sebagai negara yang menjunjung tinggi persatuan, seharusnya menghargai nama yang dimiliki seseorang.

"Terkenal namanya Ahok. Saya suka heran ya, kita ini bicara soal Pancasila, gotong royong, katanya itulah yang namanya dasar falsafah negara kita," tegasnya.

Sehingga, setiap warga Negara Indonesia tidak boleh saling mendeskriminasi.

"Masak kita enggak boleh namanya mau Aseng, mau Ahok, mau Badu mau apa, kalau dia warga Negara Indonesia, ya sudahlah," kata Megawati disambut tepuk tangan.

"Ada yang bilang jangan dong Bu Mega Pak Ahok lagi Pak Ahok lagi Pak Ahok lagi, loh saya bilang namanya memang begitu," lanjutnya.

Megawati tak segan mengatakan bahwa dirinya lebih mudah menyebut nama Ahok ketimbang Basuki Tjahaja Purnama.

"Masak terus kita enggak boleh manggil, terus musti saya menghafalkan Basuki Tjahaja Purnama, Pak Purnama apa kabar."

"Ya kan seneng kalau tertawa," imbuh dia.

Lihat videonya:

Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved