Otomotif

Rencana Penghapusan Bahan Bakar Premium dan Pertalite di Jakarta, Begini Sebabnya

Andono Warih juga sempat menyatakan bahwa pembatasan BBM tidak ramah lingkungan tersebut bukan cara satu-satunya mengembalikan kualitas udara.

Rencana Penghapusan Bahan Bakar Premium dan Pertalite di Jakarta, Begini Sebabnya
Tribunnews.com
Polusi udara di Kota Jakarta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih juga sempat menyatakan bahwa pembatasan BBM tidak ramah lingkungan tersebut bukan cara satu-satunya untuk bisa mengembalikan kualitas udara di Jakarta. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tersiar kabar ada wacana penghapusan bahan bakar jenis Premium dan Pertalite, satu di antaranya di kawasan Jakarta.

Tentu saja ini mendapat respon dari warga di Jakarta.

Hal yang tidak bisa dihindari, Premium dan Pertalite dianggap sebagai pemicu pencemaraan udara. 

Komite Penghapusan Bensin Bertimbal ( KPBB) menyatakan produksi dan penjualan Premium 88, Pertalite 90, Solar 48, dan Dexlite sudah saatnya dihentikan.

Sebab, jenis bahan bakar tersebut diklaim menyumbang tingginya polusi udara, terutama di DKI Jakarta.

"BBM kualitas rendah berpotensi merusak mesin, selain tentunya menyebabkan tingginya emisi gas buang," kata Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB di Jakarta, belum lama ini di Jakarta, menyadur dari Kompas.com

Ahmad menyampaikan, oleh sebab itu sepeda motor juga disebut sebagai penyumbang polusi terbesar di Ibu Kota, karena secara populasi lebih besar dibandingkan jenis kendaraan lain.

Apabila hal tersebut dikabulkan, maka akan timbul gejolak yang cukup besar, khususnya pada pengemudi ojek online (ojol).

Sebab, biaya pengeluaran untuk bahan bakar cukup diperhitungkan dan mempengaruhi pendapatan.

"Kalau Pertalite dihapus, ya mau tidak mau, maka harus ada penyesuaian tarif ojol lagi.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved