Otomotif
Rencana Penghapusan Bahan Bakar Premium dan Pertalite di Jakarta, Begini Sebabnya
Andono Warih juga sempat menyatakan bahwa pembatasan BBM tidak ramah lingkungan tersebut bukan cara satu-satunya mengembalikan kualitas udara.
Namun, sejauh apapun lokasinya, tetap saja bagi Pertamina wilayah Kalimantan untuk tidak menyerah bisa memberikan pengiriman BBM sampai ke lokasi Ujoh Bilang dan ini jadi pertama kalinya meresmikan SPBU di pelosok Kalimantan Timur.
Hal ini disampaikan oleh Muhamad Resa, RFM Manager MOR VI Kalimantan, di lokasi Ujoh Bilang, Kabupaten Mahulu pada Kamis (18/7/2019).
Dia menjelaskan, warga Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun dan sekitarnya patut bahagia.
Alasannya, ujar dia, warga Ujoh Bilang dan sekitarnya di Kecamatan Long Bagun dikarenakan tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM.
Jadinya warga bisa mendapatkan bahan bakar minyak atau BBM dengan harga yang sama seperti di kota-kota besar yang ada di Kota Balikpapan atau Samarinda, Kalimantan Timur.
Sebelum SPBU didirikan, untuk mendapatkan BBM satu harga, biasanya warga Mahulu hanya menunggu Long Boat, alat transportasi sungai, di pinggir sungai yang membawa drum berisi BBM.
"Kondisi Mahulu yang masih asri, jauh dari perkotaan membuat kesulitan untuk distribusi BBM ke pedalaman," ujarnya.
Kali ini SPBU di Ujoh Bilang ini bernomor 66.757.007.
Lokasi SPBU Ujoh Bilang ini dibilangan Jalan Raya Long Laham, Kampung Ujoh Bilang.
Menurut Resa, SPBU ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari BBM satu harga.
"Terhitung telah beroperasi di 34 titik SPBU BBM 1 harga di seluruh Kalimantan, di mana SPBU ini merupakan titik ke tujuh dan terakhir untuk keseluruhan target yang ditugaskan kepada Pertamina untuk wilayah Kalimantan Timur," ujarnya.
Peresmian SPBU Ujoh Bilang ini dilakukan pada Kamis (18/7/2019) pagi jelang siang.
Pertamina Kalimantan meresmikan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjenis kompak. Peresmian juga dilakukan bersama Kepala BPH Migas, M. Fanshrullah Asa dan Sekda Kabupaten Mahakam Ulu, Drs. Yohanes Avun, mewakili Bupati Mahulu.
Juga termasuk Retail Fuel Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, Muhamad Resa, Dandim Mahakam Ulu, Letkol Anang Sopyan Efendi, dan beberapa pejabat daerah setempat lainnya.
"Sebagai BUMN yang bergerak dibidang energi, tentunya kami dukung penuh program pemerintah apalagi dalam mewujudkan kemandirian energi dan penyemarataan harga BBM ke pelosok negeri," ujar Muhamad Resa, RFM Manager MOR VI Kalimantan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/polusi-jakarta.jpg)