Senin, 8 Juni 2026

Kabar Terbaru Pierluigi Collina, Wasit Berkepala Plontos yang Disegani Seluruh Pemain

Nama Pierluigi Collina dikenal sebagai wasit legendaris asal Italia. Pengadil di lapangan hijau ini juga merupakan salah satu wasit terbaik di dunia

Tayang:
MARTIN BUREAU/AFP
Pierluigi Collina, saat berbicara dengan media di konfrensi pers, 20 April 2016, di Enghien-les-Bains, Paris Utara 

Pieriuigi Collina sebenarnya sempat meragukan gol itu, tapi setelah berbicara dengan penjaga garis, dia akhirnya mensahkan gol semata wayang itu.

Kejadian kedua, saat AS Roma menghadapi Inter Milan. Collina tidak memberikan penalti untuk Roma; ketika Ivan Cordoba menarik kaus Vincenzo Montella.

Padahal, saat itu Montella sedang berancang-ancang menembak ke arah gawang. Sial buat Collina, tayangan ulang televisi menunjukkan, Cordoba jelas-jelas melakukan pelanggaran.

Si "Kojak" juga melakukan kesalahan menjelang akhir pertandingan, dengan memberikan lemparan ke dalam untuk Inter, yang berbuah gol.

Padahal, bukti foto menunjukkan, pemain terakhir yang menyentuh bola adalah pemain Inter, bukan pemain belakang AS Roma, Jonathan Zebina.

Dalam dakwaannya, Collina juga dianggap membuat kesalahan saat memimpin partai AS.Roma melawan Bologna, Modena, Brescia, Lazio, Perugia, Piacenza, dan Parma.

Peristiwa yang menurunkan kredibilitas Collina itu membuka mata, wasit berdedikasi tinggi dan intelek sekelas Pieriuigi pun bisa berbuat salah.

Belakangan, malah bukan cuma Roma yang bersuara senada. Mulai habiskah Collina? Melihat penampilannya di Piala Dunia, mestinya tidak.

Dia tetap pengadil yang akurat. Di Italia pun, hingga Januari 2003 (lepas dari kinerjanya), Collina tetap sosok favorit Asosiasi Wasit Italia.

Wasit yang berdomisili di Viareggio ini tetap mendapat "jatah" lebih banyak ketimbang hakim-hakim lainnya.

Jadi, apa kira-kira penyebab datangnya protes terhadap Collina di Italia? Banyak yang menduga, menurunnya kinerja "Mr. Kojak" itu bukan semata lantaran bertambahnya usia.

Tapi juga kejenuhan dan preferensi pada klub tertentu yang secara alamiah dimiliki setiap pencinta sepakbola, termasuk wasit.

Malang melintang bertahun-tahun di dunia perwasitan jelas bukan pekerjaan yang tak menjemukan.

Sebagai pengadil kelas dunia, Collina sudah mendapatkan semuanya. Ia barangkali butuh tantangan baru.

Kolomnis Italia Gabriele Marcotti pernah menyebut sebuah pendekatan menarik untuk memperbaiki kinerja wasit.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved