Kabar Terbaru Pierluigi Collina, Wasit Berkepala Plontos yang Disegani Seluruh Pemain

Nama Pierluigi Collina dikenal sebagai wasit legendaris asal Italia. Pengadil di lapangan hijau ini juga merupakan salah satu wasit terbaik di dunia

Kabar Terbaru Pierluigi Collina, Wasit Berkepala Plontos yang Disegani Seluruh Pemain
MARTIN BUREAU/AFP
Pierluigi Collina, saat berbicara dengan media di konfrensi pers, 20 April 2016, di Enghien-les-Bains, Paris Utara 

Pieriuigi Collina sebenarnya sempat meragukan gol itu, tapi setelah berbicara dengan penjaga garis, dia akhirnya mensahkan gol semata wayang itu.

Kejadian kedua, saat AS Roma menghadapi Inter Milan. Collina tidak memberikan penalti untuk Roma; ketika Ivan Cordoba menarik kaus Vincenzo Montella.

Padahal, saat itu Montella sedang berancang-ancang menembak ke arah gawang. Sial buat Collina, tayangan ulang televisi menunjukkan, Cordoba jelas-jelas melakukan pelanggaran.

Si "Kojak" juga melakukan kesalahan menjelang akhir pertandingan, dengan memberikan lemparan ke dalam untuk Inter, yang berbuah gol.

Padahal, bukti foto menunjukkan, pemain terakhir yang menyentuh bola adalah pemain Inter, bukan pemain belakang AS Roma, Jonathan Zebina.

Dalam dakwaannya, Collina juga dianggap membuat kesalahan saat memimpin partai AS.Roma melawan Bologna, Modena, Brescia, Lazio, Perugia, Piacenza, dan Parma.

Peristiwa yang menurunkan kredibilitas Collina itu membuka mata, wasit berdedikasi tinggi dan intelek sekelas Pieriuigi pun bisa berbuat salah.

Belakangan, malah bukan cuma Roma yang bersuara senada. Mulai habiskah Collina? Melihat penampilannya di Piala Dunia, mestinya tidak.

Dia tetap pengadil yang akurat. Di Italia pun, hingga Januari 2003 (lepas dari kinerjanya), Collina tetap sosok favorit Asosiasi Wasit Italia.

Wasit yang berdomisili di Viareggio ini tetap mendapat "jatah" lebih banyak ketimbang hakim-hakim lainnya.

Jadi, apa kira-kira penyebab datangnya protes terhadap Collina di Italia? Banyak yang menduga, menurunnya kinerja "Mr. Kojak" itu bukan semata lantaran bertambahnya usia.

Tapi juga kejenuhan dan preferensi pada klub tertentu yang secara alamiah dimiliki setiap pencinta sepakbola, termasuk wasit.

Malang melintang bertahun-tahun di dunia perwasitan jelas bukan pekerjaan yang tak menjemukan.

Sebagai pengadil kelas dunia, Collina sudah mendapatkan semuanya. Ia barangkali butuh tantangan baru.

Kolomnis Italia Gabriele Marcotti pernah menyebut sebuah pendekatan menarik untuk memperbaiki kinerja wasit.

Terutama mereka yang berkiprah di kompetisi lokal nan ketat, seperti Seri A atau Premier League. Yakhi dengan saling bertukar wasit, terutama buat partai-partai berpotensi konflik tinggi.

Jika hakim Skandinavia dipinjam mengadili partai gengsi Juventus - AC Milan, misalnya, dia tak akan terpengaruh perang kepentingan dan urat saraf dua klub besar tadi.

Enaknya, sang wasit pun bisa sekalian refereshing dan memperkaya wawasan, sehingga berpeluang mengurangi preferensi pada klub tertentu.

Namun, Marcotti mengakui, supaya berjalan lancar, standardisasi sistem perwasitan kudu dilakukan. Termasuk menjejali wasit dengan pengetahuan pola kompetisi masing-masing negara.

Contohnya, definisi "pelanggaran" di Spanyol mungkin sedikit beda dengan di Inggris dan Jerman.

Data menunjukkan, wasit di Premier League Inggris meniupkan peluit pelanggaran 30% lebih sedikit ketimbang pengadil di Primera Spanyol.

Pierluigi Collina sendiri kabarnya pernah diundang memimpin partai keras yang mempertemukan klub-klub elite Liga Prancis.

Nah, kalau tradisi seperti ini dijalankan FIFA, fisik dan mental Collina dan kawan-kawan barangkali akan lebih terjaga.Sepakbola pun kian mempesona.

 (*)

Wasit Diancam Pakai Pistol Pada Laga Liga 2 2019, Begini Penjelasan Pelatih PSMS Medan

Deretan 5 Fakta Duel Piala Super Eropa 2019 Liverpool vs Chelsea, Termasuk Wasit Wanita

Ini yang Bikin Suporter Persela Lamongan Marah Besar Sampai Kejar Wasit Usai Imbang Lawan Borneo FC

Ternyata Ini yang Bikin Wasit Copa America 2019 Tak Berikan Penalti ke Argentina saat Hadapi Brasil

Sidang Kasus Mafia Bola: Anggota Komite Wasit PSSI Sebut Terima Rp 30 Juta untuk Nyanyi-nyanyi

Penulis: Januar Alamijaya
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved