Rusuh di Papua, Ridwan Kamil Beberkan Desain Arsitekturnya untuk Alun-alun Sorong, Karena Kita NKRI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersimpati atas peristiwa kerusuhan di Papua, beber pernah buat arsitektur untuk alun-alun Kabupaten Sorong
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO - Rusuh di Papua, Ridwan Kamil Beberkan Desain Arsitekturnya untuk Alun-alun Sorong, Karena Kita NKRI.
Peristiwa kerusuhan di Papua mengundang simpati banyak pihak.
Beberapa kepala daerah menyampaikan simpatinya dan berharap damai menyelimuti Bumi Cendrawasih.
Pesan damai juga disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui akun Instagramnya.
Kang Emil, sapaan karib Ridwan Kamil memosting video saat berkunjung ke Papua.
Kala itu, kata Ridwan Kamil, para alumni mahasiswa Papua yang berkuliah di Bandung, menyambutnya penuh kehangatan.
Tak berhenti sampai disitu, para mahasiswa Papua alumnus Bandung ini juga menyanyikan lagu Halo-halo Bandung bersama Ridwan Kamil.
"KAMI MENCINTAI PAPUA JUGA SEBALIKNYA. .
Video ini adalah buktinya. Begitu hangat dan bersemangatnya saudara-saudara kami di Papua yang merupakan para alumni sekolah di Bandung saat menyanyikan “Halo-Halo Bandung” saat kunjungan saya di Papua," tulis Kang Emil.
Menurut Ridwan, pada 2017 lalu, dirinya mendapat permintaan khusus dari Bupati Sorong untuk merancang alun-alun Kabupaten Sorong.
Permintaan tersebut disanggupi Ridwan Kamil.
Dalam postingan Instagramnya, Ridwan Kamil melampirkan hasil desainnya tersebut.
Ridwan Kamil pun mendapat informasi, desain arsitektur yang dibuatnya tersebut pada 2019 ini sudah dimulai pekerjaan fisiknya.
Ridwan Kamil berharap, progres pembangunan alun-alun ini bisa segera rampung dan memberi manfaat untuk masyarakat Kabupaten Sorong, Papua Barat.
Diakhir unggahannya, Ridwan Kamil berpesan untuk memerbanyak kolaborasi, bukan kompetisi.
Berikut unggahannya.
Tahun 2017 diminta pribadi oleh Bupati Sorong untuk membantu konsep desain untuk Alun-Alun Kab Sorong di Distrik Aimas. .
Alhamdulillah sekarang 2019 sudah progres. Mudah-mudahan pekerjaannya cepat selesai agar bisa bermanfaat untuk masyarakat Kab Sorong di Papua Barat.
Perbanyak kata Kolaborasi kurangi kata Kompetisi karena kita sama-sama NKRI.
Pernah Tidur Bersama
Sebelumnya, Ridwan Kamil menggaransi keributan di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, tak terjadi di Jawa Barat.
Menurut Ridwan Kamil, masyarakat Jawa Barat menjunjungn tinggi solidaritas dan kerukunan.
Hal ini menjadi kunci kondusifitas daerah.
"Di Jabar itu Insya Allah damai, karena kita silih asah silih asuh silih asih," ujar Ridwan Kamil, Selasa (20/8).
Kang Emil pun mengungkap, sejak menjabat sebagai wali kota sampai sekarang, ia pernah bertemu sampai empat kali dengan forum mahasiswa Papua.
Bahkan Ridwan Kamil mengaku pernah berekreasi bersama dengan menginap di Pangandaran dengan mahasiswa Papua.
Selain itu mahasiswa Papua yang ada di Bandung khususnya diberikan beasiswa, sampai membiayai kontrakan mereka.

"Saya kirim 6 ribu pasang sepatu ke anak-anak Papua.
Saya ke Sorong Papua Barat mendesain alun-alun gratis.
Ini sebagai solidaritas rasa cinta ke masyarakat papua," katanya.
Ridwan Kamil menuturkan, dirinya menerapkan konsep khusus untuk menjaga perdamaian antar suku di Jawa Barat.
Konsep tersebut dinamakan silih asah, silih asih, dan silih asuh.
Artinya, dijabarkan pada peringatan Kemerdekaan kemarin, 17 Agustus di mana warga Papua ikut berpartisipasi.
Yakni dengan menampilkan tari sajojo selain kesenian asal sunda sisingaan dan lain-lain.
"Saya juga tari sajojo, saya pribadi ikuti," katanya.
Emil berharap, situasi di Jabar ini bisa meresonansi ke seluruh Indonesia.
"Bahwa semuanya harus kita duduk bersama, kita komunikasi jangan dengan kekerasan," katanya.
• Jika Papua Maju, Kelompok Bersenjata dan Politik Ini Tak Punya Jualan Lagi ke Luar Negeri
• Kondisi Papua Dikabarkan Sudah Kondusif, Tapi Polri Justru Tambah 1.200 Brimob, Ini Alasannya
• Tak Cukup Infrastruktur dan Undang-undang, Gubernur Papua Minta Perjanjian Khusus dengan Jokowi
• YLBHI Beber Puluhan Kasus Pelanggaran HAM yang Dialami Mahasiswa Papua di Perantauan
Perintah Presiden Jokowi
Presiden Jokowi mengaku terus memantau perkembangan kondisi Papua.
Tingkat pengamanan di Papua pun kini sudah diturunkan.
Jokowi juga memerintahkan Kapolri menindak secara tegas segala bentuk diskriminasi ras, etnis, dan rasis, secara tegas.
Pekan depan, Presiden Jokowi akan mengundang sejumlah tokoh masyarakat Papua untuk berdialog.
Berikut unggahan Presiden di akun Instagrammnya.
Selamat pagi. Sampai saat ini, saya terus mengikuti perkembangan di Tanah Papua, dan Alhamdulillah situasi di sana sudah kembali berjalan normal. Tingkat pengamanan di Papua pun kini sudah diturunkan.
Permintaan maaf sudah dilakukan, dan ini menunjukkan kebesaran hati kita bersama untuk saling menghormati, untuk saling menghargai sebagai saudara sebangsa dan setanah air.
Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras dan etnis, yang rasis, secara tegas.
Minggu depan, jika tak ada halangan, saya akan mengundang para tokoh dari Papua dan Papua Barat, baik tokoh adat, tokoh masyarakat, juga tokoh agama, untuk berbicara masalah percepatan kesejahteraan di Tanah Papua.
(*)
(TribunKaltim.co/Rafan A Dwinanto)