Tragis, Sepasang Pengantin Tewas Kecelakaan Usai Upacara Pernikahan, Terjadi di Depan Mata Keluarga

Sang ibu menuturkan, melihat kematian sang anak di depan mata merupakan mimpi terburuknya sepanjang hidup.

Tragis, Sepasang Pengantin Tewas Kecelakaan Usai Upacara Pernikahan, Terjadi di Depan Mata Keluarga
Mirror.co.uk
Sepasang pengantin baru meninggal karena kecelakaan maut. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sepasang pengantin baru mengalami kejadian nahas.

Yang mengagetkan, sepasang pengantin tersebut meninggal dalam kecelakaan maut tepat setelah upacara pernikahan digelar.

Harley Joe Margon (19) dan Rhiannon Boudreaux Morgan (20) mengalami kecelakaan maut di Kota Orange, Beaumont, Texas, AS beberapa saat setelah upacara pernikahannya.

Dilansir TribunPalu.com dari mirror.co.uk saat itu keduanya tengah mengendarai Chevrolet 2004.

Saat keluar dari tempat pelaksanaan upacara mereka, mobil yang dikendarai menabrak sebuah truck pickup Ford F-250 yang sedang menarik trailer yang sedang membawa traktor.

Usai kecelakaan maut tersebut, keduanya dinyatakan meninggal di tempat.

Sedangkan sopir truck pickup tersebut dikabarkan tidak mengalami luka dan saat ini bersiap untuk menghadapi dakwaan.

Kondisi mobil usai kecelakaan maut
Kondisi mobil usai kecelakaan maut (Mirror.co.uk)

Kecelakaan maut kedua pasangan pengantin ini disaksikan oleh saudara perempuan dan ibu mempelai pria, yang mengikuti mobil mereka setelah pernikahan.

Ibu pengantin pria, Lashawna Morgan mengatakan bahwa kedua pasangan pengantin tersebut memiliki banyak mimpi tentang rumah tangga baru mereka.

Ibu dan adik perempuan pengantin pria.
Ibu dan adik perempuan pengantin pria. (Mirror.co.uk)

"Keduanya memiliki begitu banyak mimpi," tutur sang ibu.

Melihat kematian sang anak di depan mata merupakan mimpi terburuknya sepanjang hidup.

"Saya menyaksikan mimpi terburuk saya sendiri, itu adalah gambar yang akan menghantui saya seumur hidup saya, saya tidak akan melupakannya," sambungnya.

Adik laki-laki pengantin pria, Christina Fontenot, mengatakan pengantin baru itu berencana mengadakan upacara yang lebih besar pada akhir tahun ini.

Lettu TNI tewas dalam kecelakaan beberapa hari sebelum pernikahan

Hanya tinggal menunggu hari pernikahan, seorang perwira pertama TNI Lettu Angga Pradipta jadi korban kecelakaan dan tewas di tempat.

Kecelakaan terjadi antara Kereta Api Barang Semen Holcim dengan mobil Toyota Avanza.

Baca juga :

Ada Lebam dan Tulisan Tangan Beda, Keluarga Ungkap Kejanggalan Gadis Gantung Diri Jelang Pernikahan

Sehari Jelang Pernikahan, Lettu TNI Ini Meninggal Dunia Kecelakaan, Undangan Sudah Disebarkan

Kecelakaan ini terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Karangkandri, RT 5 RW 4, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap pada Jumat (23/8/2019) sekira pukul 01.00 WIB.

Dikutip dari TribunJateng.com, Kereta api barang semen Holcim dengan nomor CC2061306 dengan masinis atas nama Sean Nurohman menabrak mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi R 9503 KK.

Meninggal dalam kecelakaan jelang hari pernikahan
Meninggal dalam kecelakaan jelang hari pernikahan (Instagram/ @yuni_rusmini/ TribunJateng.com)

Akibat dari kecelakaan tersebut, pengemudi Toyota Avanza, Wasto Haryo Susanto (50) warga Desa Kuripan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, mengalami luka berat.

Korban mengalami luka berat dan telah dibawa ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan perawatan intensif.

Akan tetapi penumpang mobil Toyota Avanza, Lettu Angga Pradipta (26) seorang anggota TNI aktif meninggal saat dibawa ke RSUD Cilacap.

Meninggal di tempat, almarhum Angga Pradipta sebenarnya telah mempersiapkan pernikahannya di akhir bulan Agustus ini.

Setelah kecelakaan ini, undangan pernikahan atas nama Angga Pradipta bersama sang kekasih Diar Kusuma Devi beredar di linimasa.

Potret undangan pernikahan Angga Pradipta dan Diar Kusuma Devi diunggah di instagram Yuni_Rusmini pada Sabtu (24/8/2019).

Ternyata, Lettu Angga Pradipta akan melangsungkan pernikahan di keesokan harinya.

Angga Pradipta dinyatakan meninggal pada 23 Agustus 2019 dini hari, sementara dia seharusnya mengucapkan ijab qobul pada hari ini, Sabtu 24 Agustus 2019.

Menurut undangan yang telah beredar, Angga dan Diar juga akan melangsungkan resepsi di tanggal 31 Agustus mendatang.

Menurut unggahan akun tersebut juga disebutkan jika sang ayah sebenarnya ingin menjemput anaknya untuk cuti persiapan pernikahan Angga.

Kini, rencana pernikahan menyisakan duka.

Baca juga :

Penjelasan Medis, Dampak Negatif Dalam Pernikahan Sedarah, Anak Alami Defisit Intelektual Parah

Bunuh Diri Jelang Pernikahan, Calon Pengantin Ini Tinggalkan Pesan ke Mama dan Sebut 1 Nama Pria

Bahkan ayah Angga harus dilarikan ke rumah sakit karena alami luka berat.

Korban Angga Pradipta saat ini sudah dimakamkan di rumah duka di Jalan Kantil No.32 RT 6 RW 2, Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala belakang, pendarahan di beberapa bagian tubuh dan patah tulang.

"TKP berada di perlintasan rel tanpa palang pintu.

Korban sudah dimakamkan semenjak pagi tadi," ujar Kasatlantas Polres Cilacap, AKP Ahmad Nur Ari, saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (23/8/2019).

Sementara itu kondisi mobil Toyota Avanza mengalami kerusakan pada bagian body sebelah kiri yang hancur.

Lampu bagian depan kiri hancur serta roda sebelah kiri pecah.

Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Supriyanto membenarkan adanya kecelakaan KA di km 8+650 antara stasiun Karangkandri-Kesugihan, Cilacap.

Menurutnya, masinis KA sudah memberikan semboyan 35 atau klakson.

Namun pengemudi tidak mendengar, sehingga kecelakaan akhirnya terjadi.

"Sebenarnya lintasan itu dijaga sukarelawan dari Pemkab Cilacap," katanya.

Namun dari pihak KAI tidak mengetahui secara persis pada saat kejadian ada sukarelawan yang menjaganya atau tidak.

Dari kecelakaan tersebut total kerugian materiil yang ditanggung sekira Rp 15 juta.

Kronologi kejadian bermula pada saat mobil Toyota Avanza melaju dari arah Selatan ke arah Utara.

Sesampainya di lokasi perlintasan rel kereta tanpa palang pintu, di saat yang bersamaan datang dari arah Barat ke arah Timur melaju kereta api Holcim.

Karena posisi mobil yang sudah dekat dengan perlintasan rel kereta api, maka terjadilah kecelakaan lalu lintas tersebut.

Banyak kecelakaan, Dishub tambah rambu lalu lintas

Masyarakat mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan umum, terutama di sepanjang jalan dari Teluk Bayur menuju Kampung Labanan.

Padahal, kampung ini sekarang sudah padat penduduk.

Minimnya lampu penerangan jalan juga dituding sebagai penyebab maraknya kecelakaan lalu lintas di kawasan ini. “Ada jalanan yang rusak, berlubang tapi tidak kelihatan kalau malam hari, ini yang membuat kecelakaan,” kata Wahyu, warga Kampung Labanan, Kamis (27/6/2019).

Selain rawan kecelakaan lalu lintas, kondisi jalan yang gelap juga berpotensi dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Berau Abdurrahman mengatakan, pihaknya telah mengajukan usulan untuk memasang lampu jalan.

Namun karena keterbatasan anggaran, lampu jalan dari Teluk Bayur menuju Kampung Labanan ini, akan dipasang secara bertahap.

"Kami sempat usulkan pemasangan lampu penerangan jalan umum, Rp 2 miliar melalui APBD tapi yang disetujui hanya Rp 750 juta saja. Anggaran sebesar itu bukan hanya untuk pengadaan alat lampu dan tiang saja, tapi jadi satu dengan pemeliharaannya. Jelas tidak cukup dan tidak mungkin dipasang semua sekaligus,” kata Kepala Dishub Berau Abdurrahman.

Kepala Dishub Berau Abdurrahman menambahkan, pihaknya akan tetap melakukan pemasangan lampu penerangan jalan umum ini dari Kelurahan Teluk Bayur menuju Kampung Labanan secara bertahap, sehingga hanya titik-titik tertentu saja yang akan dipasang.

"Saat ini dalam tahap lelang, dan tahun ini pengerjaan. Kalau tahun depan disetujui lagi anggaranya, akan kami pasang lagi sisanya,” jelas Kepala Dishub Berau Abdurrahman.

Tidak hanya lampu penerangan jalan, pihaknya juga mengaku kerap mendapat keluhan minimnya rambu-rambu lalu lintas.

Sementara, jalan menuju Kampung Labanan ke Teluk Bayur, maupun sebaliknya memiliki permukaan jalan yang naik-turun serta jalan yang berliku.

Kepala Dishub Berau Abdurrahman mengakui, rambu lalu lintas di kawasan tersebut memang masih sangat minim.

Namun dia juga berjanji akan segera menambah rambu di sepanjang jalur rawan kecelakaan tersebut.

"Secepatnya kami pasang kalau rambu lalu lintas. Karena kami juga tidak ingin ada korban jiwa lagi akibat kecelakaan di sana, bukan satu atau dua korban meninggal di sana, sudah cukup banyak," tegas Kepala Dishub Berau Abdurrahman.

(TribunPalu.com, Tribunnews.com/ Siti Nurjannah Wulandari/ TribunJateng/ Permata Putra Sejati)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved