Rabu, 15 April 2026

Derby Della Capitale, Sejarah Rivalitas Panas Lazio dan AS Roma di Kota Abadi

Pekan kedua Liga Italia mempertemukan Lazio vs AS Roma. Sebuah pertandingan yang dijuluki sebagai Derby Della Capitale.

Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Rita Noor Shobah
laroma24it
Derby Della Capitale Lazio vs AS Roma musim lalu 

Belum lagi Lazio dan AS Roma kala itu dilatih pelatih yang punya reputasi oke di Italia, Dino Zoff di kubu Biancoceleste dan Fabio Capello di Gialorossi.

Di laga tersebut, AS Roma yang menjhadi tuan rumah langsung memainkan susunan terbaiknya dengan formasi 3-4-3.

Fabio Capello mengandalkan trio lini depan tersukses di masanya, Gabriel Batistuta, Marco Delvechio, dan Francesco Totti.

Sedangkan di kubu Biancoceleste, Lazio mengandalkan formasi pakem 4-5-1.

Hernan Crespo jadi andalan lini depan Lazio yang disokong pergerakan Pavel Nedved, Dino Baggio, dan Karel Poborsky.

Jangan lupakan Lazio kala itu punya 4 bek kuat dalam diri Alessandro Nesta, Sinisa Mihajlovic, Pancaro, dan Favalli.

Di babak pertama kedua tim saling tampil menyerang.

Francesco Totti dan Marco Delvecchio bergantian mencoba menghujam gawang Angelo Peruzzi, namun belum menemui sasaran.

Sedangkan Lazio tampak kesulitan menembus pertahanan AS Roma yang dihuni Walter Samuel, Aldair, dan Zebina.

Seperti laga Derby pada umumnya, tensi tinggi mewarnai duel Derby della Capitale.

Terbukti kedua tim saling melancarkan tekel keras ke lawwan.

Francesco Totti terjatuh usai mendapat tekel gunting dari Giuseppe Pancaro.

Namun Giuseppe Pancaro hanya diberi kartu kuning oleh wasit.

Kemudian, gantian Francesco Totti yang melakukan tekel keras kepada Pavel Nedved dari arah belakang.

Kapten AS Roma itu juga hanya menerima kartu kuning dari wasit.

Kedudukan imbang tanpa gol mewarnai Derby della Capitale babak pertama.

Di babak kedua, permainan kedua tim lebih hidup dan terbuka.

Laga baru berjalan dua menit babak kedua, AS Roma langsung membuat Stadion Olimpico bergemuruh lewat sontekan Gabriel Batistuta.

Penyerang asal Argentina hanya butuh sekali sentuhan untuk menaklukkan gawang Lazio di laga itu.

Berawal dari pergerakan Marco Delvecchio di sayap kiri, melepaskan umpan diagonal ke jantung pertahanan Lazio.

Gabriel Batistuta berhasil lolos dari pengawalan Sinisa Mihajlovic, dan melepaskan sontekan kaki kanannya.

Bola sontekan Gabriel Batistuta mengarah datar ke pojok kiri gawang Angelo Peruzzi.

AS Roma memimpin 1-0 atas Lazio.

Unggul satu gol membuat AS Roma kian termotivasi.

Alhasil 6 menit kemudian, AS Roma memperbesar keunggulan lewat Marco Delvecchio.

Berawal dari permainan terbuka, umpan lambung Cristiano Zanetti berhasil dimanfaatkan Marco Delvecchio lewat sentuhan kaki kirinya.

AS Roma unggul 2-0 di laga itu.

Setelah unggul 2-0 AS Roma mulai melunak dan lebih banyak bertahan.

Sementara Lazio masih bertekad mencari gol ke gawang AS Roma.

Perjuangan Lazio tak sia-sia kala Pavel Nedved memperkecil ketertinggalan Lazio di menit 77.

Gelandang Republik Ceko itu berhasil memanfaatkan situasi set pieces yang gagal diantisipasi pemain AS Roma.

Tembakan kaki kiri Pavel Nedved dari luar kotak penalti sukses menghujam gawang AS Roma di laga itu.

Skor 2-1, Lazio masih tertinggal.

Biancoceleste masih terus menyerang hingga pengujung laga dan tambahan waktu 5 menit di babak kedua.

AS Roma mendapat gempuran bertubi-tubi dari para pemain Lazio, namun gawang Antonioli masih aman.

Di menit 90+5, Lazio menciptakan peluang emas lewat corner kick.

AS Roma lagilagi gagal mengantisipasi dengan baik kemelut set pieces Lazio.

Dari luar kotak penalti Lucas Castroman muncul dan melepas tembakan keras kaki kanan ke gawang AS Roma.

Tendangan Lucas Castroman berhasil masuk ke gawang dan mengubah skor menjadi sama kuat 2-2.

Sontak gol tersebut disambut riuh para Laziale.

Beberapa detik usai gol Lucas Castroman, wasit meniupkan peluit panjang.

Pemain berdarah Argentina itu berhasil menjadi penyelamat Lazio yang nyaris kalah dari AS Roma di Derby della Capitale.

Para pemain AS Roma melancarkan protes keras lantaran menganggap perangkat pertandingan terlalu lama memberikan waktu tambahan.

Tapi protes AS Roma tak digubris, wasit tetap mengesahkan gol Lucas Castroman.

Duel Derby della Capitale musim tersebut menjadi salah satu yang paling sengit dan seru selama ini.

Pasalnya kedua tim tengah dalam performa terbaik di Liga Italia era 2000an awal.

Pada akhirnya di musim tersebut, AS Roma keluar sebagai peraih Scudetto setelah memuncaki klasemen akhir.

Sedangkan Lazio berada di peringkat ketiga.

Namun Lazio lebih dulu mencicipi Scudetto pada musim sebelumnya.

Francesco Totti dan Alessandro Nesta dalam duel Derby della Capitale
Francesco Totti dan Alessandro Nesta dalam duel Derby della Capitale (twitter)

Laga Derby della Capitale musim ini diprediksi bakal tak kalah sengit.

Kedua tim sama-sama berbenah untuk bersaing di papan atas Liga Italia Serie A.

AS Roma akan mengandalkan Edin Dzeko dengan sokongan Zaniolo, Justin Kluivert, dan Cengiz Under.

Lazio akan bertumpu pada Sergej Milinkovic-Savic, Ciro Immobile, dan Joaquin Correa.

Lima pertemuan terakhir Lazio vs AS Roma di Liga Italia:

(02/03/2019) Lazio 3 vs 0 AS Roma
(29/09/2018) AS Roma 3 vs 1 Lazio
(15/04/2018) Lazio 0 vs 0 AS Roma
(18/11/2017) AS Roma 2 vs 1 Lazio
(30/04/2017) AS Roma 1 vs 3 Lazio
Prediksi susunan pemain Lazio vs AS Roma

Lazio (3-5-2): Strakosha, Stefan Radu, Francesco Acerbi, Luiz Felipe, Senad Lulic, Parolo, Luis Aleberto, Sergej Milinkovic Savic, Manuel Lazzari, Joaquin Correa, Ciro Immobile

Pelatih: Simone Inzaghi

AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez, Alessandro Florenzi, Fede Fazio, Juan Jesus, Alexander Kolarov, Lorenzo Pellegrini, Bryan Cristante, Nicolo Zaniolo, Justin Kluivert, Cengiz Under, Edin Dzeko.

Pelatih: Paulo Fonseca

Simak video nostalgia Derby della Capitale paling seru:

(*)

Serigala-serigala AS Roma saat Merebut Scudetto Terakhir di Tahun 2001

Lazio Paling Meyakinkan di Giornata 1 Liga Italia, Simone Inzaghi Lebih Percaya Diri Musim Ini

Bek Incaran AC Milan Ini Justru Segera Merapat ke AS Roma, Berikut Detailnya

Alessandro Nesta, Ikon Lazio yang Bergelimang Gelar Bersama AC Milan

Lazio, Los Galacticos di Akhir 90-an yang Terperosok Gara-gara Skandal Finansial

  

  

  

  

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved