Benny Wenda Bawa Isu Papua Barat Cari Dukungan AS dan Australia, Tuai Standing Ovationdi di Sydney
Pada Mei 2013, tokoh separatis Papua Barat itu berbicara di Gedung Opera Sydney, Australia, dikabarkan menuai standing ovation dari 2.500 hadirin
kepada pemerintah Australia beberapa jam setelah Benny Wenda naik panggung.
3, Diburu Interpol
Pada 2011, Indonesia memasukkan nama Benny Wenda ke dalam daftar merah Interpol yang bertujuan menangkap dan mengekstradisi pria berusia 45 tahun itu.
Namun daftar itu dicabut di 2012 setelah LSM Inggris, Fair Trials Internasional, berkampanye.
Interpol menganggap tuduhannya sarat akan muatan politik.
Direktur eksekutif Fair Trials Internasional, Jago, Russell, menyebut Indonesia menggunakan Interpol sebagai alat untuk mengancam kampanye damai Benny.
4. Tampil di Forum Kepulauan Pasifik
Jakarta kembali dibuat meradang setelah Benny Wenda masuk sebagai perwakilan
dari delegasi Vanuatu yang mengikuti Forum Kepulauan Pasifik (PIF) di Tuvalu, 13-16 Agustus lalu.
Benny berkampanye supaya Sidang Umum PBB tahun depan mempertimbangkan Undang-undang Kebebasan Memilih 1969 yang dia anggap sebagai kontroversial.
Juru bicara pemerintah Indonesia menuturkan, mereka di Jakarta "sangat tidak senang" karena Papua Barat masuk sebagai agenda pembahasan PIF di Tuvalu.
Dilansir The Guardian, juru bicara itu menerangkan masalah Papua dan Papua Barat
merupakan urusan internal Indonesia, dan memperingatkan negara lain tak ikut campur.
"Tidak ada negara, organisasi, maupun individual yang berhak mencampuri urusan negara lain.
Kami mengecam segala bentuk intervensi dalam bentuk apa pun," katanya.
