OTT KPK

Bupati Muaraenim Ahmad Yani Terjerat OTT KPK, Desember 2018 Ikut Ikrar Antikorupsi

OTT Bupati Muara Enim Ahmad Yani mengejutkan sejumlah pihak. Sebab, selama ini Bupati Muaraenim Ahmad Yani terkenal progresif

Bupati Muaraenim Ahmad Yani Terjerat OTT KPK, Desember 2018 Ikut Ikrar Antikorupsi
WARTAKOTA/HENRY LOPULALAN)
ILUSTRASI - Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan bersama penyidik KPK menunjukkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub, di kantor KPK, Jakarta, Kamis (24/8/2017). KPK menetapkan dua orang tersangka dalam OTT Dirjen Hubla Kemenhub yaitu Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhi Guna Keruktama Adiputra Kurniawan serta uang senilai Rp 20,74 miliar terkait perizinan sejumlah proyek di DItjen Hubla. 

TRIBUNKALTIM.CO - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim Ahmad Yani mengejutkan sejumlah pihak.

Sebab, selama ini Bupati Muaraenim Ahmad Yani terkenal progresif soal program pencegahan korupsi.

Bupati Muaraenim Ahmad Yani pernah mengeluarkan keputusan Bupati Muaraenim Nomor : 660/KPTS/lnspektorat/2018 tentang Rencana Aksi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Kabupaten Muaraenim Tahun 2018-2019 dan Satuan Tugas Pelaksana Rencana Aksi.

Pada hari antikorupsi internasional di bulan Desember 2018 lalu, Bupati Muaraenim Ahmad Yani juga ikut menggagas Ikrar Anti Korupsi bersama-sama di Kabupaten Muaraenim.

Saat itu pembacaan ikrar dipimpin oleh Plt Kajari Muaraenim M Husaini SH MH dan diikuti perwakilan unsur pemerintah baik pusat maupun daerah, eksekutif, legislatif dan yudikatif, perwakilan dari masyarakat, organisasi pemuda, organisasi wanita, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi perangkat daerah yang berada di wilayah Pemerintah Kabupaten Muaraenim.

Bahkan, Bupati Muaraenim Ir H Ahmad Yani menyebut, kegiatan peringatan dan pembacaan ikrar ini merupakan bentuk dari dukungan Pemerintah Kabupaten Muaraenim dalam upaya pencegahan korupsi dan penegakan hukum.

"Semoga dengan Ikrar ini, akan menjadi momentum untuk mewujudkan Pemerintah Kabupaten Muaraenim yang benar-benar bersih bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sehingga pada akhirnya misi Kabupaten Muaraenim yakni Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, Sehat dan Sejahtera benar-benar akan tercapai dengan baik," kata Ahmad Yani kala itu.

Ahmad Yani terpilih pada sebagai Bupati Muaraenim pada 2018 lalu.

Ahmad Yani berpasangan dengan Juarsah dan meraih 67.522 suara atau 33,82 persen. Ia mengalahkan tiga pasangan lainnya.

Profil 10 Calon Pimpinan KPK yang Diserahkan ke Jokowi, Satu Nama ternyata Sudah Berkali-kali Gagal

Pernah Dilaporkan ke Kejagung RI dan KPK, Makmur HAPK Katakan Biarlah Penegak Hukum yang Klarifikasi

Berhasil memenangkan kontestasi Pilkada Muara Enim 2018, Bupati Muara Enim dilantik 18 September 2018 lalu.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved