Mahasiswa Kamboja Terlibat Perampokan Toko Emas di Jepang

Mahasiswa Kamboja serta pemuda Jepang menjadi pelaku perampokan di toko emas di Akaska, Jepang pada Januari lalu

Mahasiswa Kamboja Terlibat Perampokan Toko Emas di Jepang
Caramanna, Friedberg LLP
Ilustrasi perampokan 

TRIBUNKALTIM.CO,TOKYO -Mahasiswa Kamboja serta pemuda Jepang menjadi pelaku perampokan di toko emas di Akaska, Jepang pada Januari lalu.

Keduanya bersama dengan 8 orang lainnya itu sehingga toko tersebut merugi 83 juta yen uang tunai hilang.

"Pemuda Jepang 18 tahun baru saja kami tangkap dan akan diselidiki lebih lanjut karena diperkirakan tahu di mana uang tunai tersebut," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (4/9/2019).

Satu kelompok penjahat termasuk anggota mafia Jepang (yakuza) terlibat ke dalam perampokan siang hari uang tunai 83 juta yen bulan Januari 2019 di Akasana Tokyo.

Dua staf toko penjualan emas yang membawa uang tunai tersebut dipulkuli dan tasnya berisi uang tunai dirampok kelompok yang terdiri dari 10 orang.

Karantina Pertanian Sukses Dampingi Agro Gemilang, Kaltim Ekspor 10Ribu Ton Cangkang Sawit ke Jepang

Miliki IQ 188, Misaki Ota Jadi Orang Terpintar di Jepang, Kepintarannya Sama Albert Einstein

Sejarah Hari Ini, Kemenangan Armada Laut Indonesia Atas Jepang, dan Dualisme Hari Maritim Nasional

MAMA 2019 Terbentur Hubungan Diplomasi Jepang-Korsel, CJ ENM Pertimbangkan Lokasi Lain

Tanggapi Kabar Kehamilan Syahrini, Aisyahrani: Semoga Baby Jepang Sunda Ini Segera Hadir

Mahasiswa Kamboja sendiri sebagai perantara mencari tenaga siapa yang mau ikut berpartisipasi ke dalam aksi perampokan tersebut.

Pemuda usia 18 tahun ikut berpartisipasi dengan hadiah uang cukup banyak.

"Saya dijanjikan banyak terima dapat uang dari perampokan tersbeut dan semua tahu mengenai rencana perampokan tersbeut," papar pemuda 18 tahun yang mengakui perbuatannya bersaksi kepada polisi Jepang.

10 orang yang ditangkap, polisi menemukan tas rampokan tersbeut tetapi tidak menemukan uangnya.

Diperkirakan pemuda 18 tahun Jepang itu mengetahui dengan pasti di mana keberadaan uang tunai 83 juta yen tersebut saat ini.

Polisi masih mendalami kasus perampokan besar oleh sebuah kelompok besar tersebut sampai menemukan kembali uang tunai 83 juta yen yang masih belum ditemukan sampai kini.

Diperkirakan cukup banyak uang tunai tersebut kini telah masuk ke dalam organisasi yakuza Jepang. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved