Keuangan

RAPBD Kaltara 2020 Dievaluasi Kemendagri, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie: Kita Mau Cepat Lelang

Pemprov Kalimantan Utara memang menargetkan penetapan APBD 2020 bisa lebih awal, antara akhir Oktober hingga awal November 2019.

Editor: Budi Susilo
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi rupiah 

Dalam hal peningkatan nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja, Pemprov merujuk pada upaya pembangunan ekonomi berkekanjutan, pengembangan UMKM, peningkatan kesempatan dan kualitas kerja, serta peningkatan daya tarik beri berinvestasi.

"Percepatan pembangunan desa secara terpadu juga akan ikut menumbuhkan ekonomi kita," ujarnya.

Yang tidak kalah penting ialah program penguatan konektifitas dan pemerataan melalui pelayanan peningkatan infrastruktur wilayah yang terintegrasi dengan tata ruang.

Dengan asumsi makro ekonomi, pembangunan, dan kebijakan daerah tersebut, Pemprov Kalimantan Utara memproyeksikan Pendapatan sebanyak Rp 2,7 triliun yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 700,2 miliar, Dana Perimbangan Rp 1,96 triliun, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp 43,29 miliar.

Proyeksi belanja diproyeksi mencapai Rp 2,8 triliun dengan komponen Belanja Langsung sebesar Rp 1,36 triliun dan Belanja Tidak Langsung Rp 1,4 triliun.

Sebelumnya APBD Kalimantan Utara ditetapkan pada Senin tanggal 31 Desember 2018 di ruang sidang DPRD Kalimantan Utara.

APBD Provinsi bungsu ini ditetapkan Rp 2,97 triliun.

Struktur Pendapatan Daerah dalam APBD 2019 sebesar Rp 2.568.161.043.090,44. Lalu Belanja Daerah Rp 2.978.421.907.475,44. Sehingga, mengalami defisit sebesar Rp 410.260.864.385,00.

Namun, Pembiayaan Daerah dari sisi Penerimaan sebesar Rp 437.760.864.385,00 dikurangi Pengeluaran Rp 27.500.000.000.00 menghasilkan Pembiayaan Netto mencapai Rp 410.260.864.385,00 yang menutupi ruang defisit.

Akhir 2018, Lagu BTS Fake Love Cetak Rekor Baru, Geser Gangnam Style Milik Psy!

Stuart Collin dan Angela Gilsha Unggah Foto yang Mirip di Tahun Baru, Ada Hubungan Asmara?

Menikah Selama 20 Tahun, Begini Potret Keharmonisan Rumah Tangga Anjasmara dan Dian Nitami

Pembiayaan Daerah berasal dari SILPA Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 148.760.864.385,00 dan Penerimaan Pinjaman Daerah sebesar Rp 289.000.000.000,00. Sedang Pengeluaran bersumber dari Penyertaan Modal Investasi sebesar Rp 27.500.000.000,00.

Adapun Belanja Tidak Langsung mencapai Rp 1.154.253.392.503,00. Belanja Langsung sebesar Rp 1.824.168.514.972,44. (Wil)

GRAFIS
Uraian Struktur APBD Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2019:

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved