Bahas Pilkada Balikpapan, Safaruddin Mengaku Sudah Dua Kali Bertemu Putra Syahril HM Taher
Ketua PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Safaruddin mengaku sudah berkomunikasi dengan Yaser Arafat, putra Syahril HM Taher, bahas Pilkada Balikpapan
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rafan Arif Dwinanto
Dalam 2 kali gelaran Pemilu, Safaruddin selalu menjadi pemenang di Balikpapan.
Pertama saat dirinya mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur Kaltim pada 2017 silam.
Berpasangan dengan Rusmadi, raihan pasangan ini menjadi yang tertinggi di Balikpapan.
Kemudian saat Pileg 2014 silam, suara dari wilayah Balikpapan turut mengantarkan Safaruddin meraih posisi di DPR RI.
Dengan status sebgai kader internal dan Ketua PDIP Kaltim restu dari DPP PDIP dan "Teuku Umar" rasa-rasanya juga tak terlalu sulit diraih.
Apalagi Safaruddin juga sukses menjaga kemenangan Jokowi di Kaltim saat Pilpres kemarin.

Safaruddin juga membuktikan keseriusannya maju pada Pilkada 2020 dalam Pilkada Balikpapan.
Anggota DPR RI wakil Kalimantan Timur ini mengambil formulir bacalon walikota Pilkada 2020 dari PDIP, yang diberikan pengurus DPC PDIP Balikpapan, Minggu (8/9/2019)
Sosok Safaruddin dikenal sebagai mantan Kapolda Kaltim dan sudah sukses raih kursi DPR RI dalam Pileg 2019 lalu.
"Seriuslah, masa main-main," tutur Safaruddin usai mengambil formulir kepada Tribunkaltim.co
Ia juga menegaskan bahwa bakal mundur dari DPR RI, bila partai memberikan mandat kepadanya untuk memenangkan Pilkada 2020 di Balikpapan.
"Oh, iya. Nanti kalau mendaftar KPU, kalau persyaratan mundur, ya mundur.
Kenapa gak mau mundur?
Kok sayang, dimana-mana sama. DPR mengabdi, kalau pun jadi (Walikota Balikpapan) mengabdi juga," ungkapnya.
Saaat disinggung apakah niat maju lantaran melihat momentum Ibu Kota Negara (IKN) pindah ke Kalimantan Timur, sehingga Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim jadi wilayah yang potensial dipimpin.
"Sebelum itu Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur juga saya bilang mau. Bukan karena itu. Mau mengabdi. Kalau masyarakat Balikpapan mengizinkan.
Berbuat sesuatu agar masyarakat Balikpapan mendapatkan kebaikan. Yang dulu susah sekolah, jadi gampang. Kesehatan terjamin.
Penghasilan dan lapangan kerja terbuka lebar," ungkapnya.
Jika Safaruddin disorong menjadi Calon Walikota dari PDIP, yang menarik ditunggu adalah siapa sosok yang akan mendampinginya.
Sejauh PDIP punya 2 pilihan, yakni mengusung calon internal atau dari luar partai.
Untuk kader internal ada 2 sosok yang patut diperhitungkan, yakni Thohari Azis dan Eddy Sunardi Darmawan atau Eddy Tarmo.
Thohari Azis sendiri sudah mengambil formulir pendaftaran di PDIP.
Secara tegas ia mendeklarasikan diri mendaftar bukan sebagai bacalon walikota, melainkan wakil walikota pada Pilkada 2020 atau Pilkada Balikpapan di penjaringan PDIP.
"Rekan-rekan yang saya banggakan, hari ini memberikan formulir pendaftaran kepada saya. Saya akan patuh kepada Ketua dan pimpinan.
Saya akan mengisi sebagai wakil walikota, kalau walikota kualat saya," kelakarnya, Minggu (8/9/2019) saat memberi sambutan di hadapan Tim 7 dan pengurus DPC PDIP Balikpapan, Kalimantan Timur. (*)