Bahas Pilkada Balikpapan, Safaruddin Mengaku Sudah Dua Kali Bertemu Putra Syahril HM Taher
Ketua PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Safaruddin mengaku sudah berkomunikasi dengan Yaser Arafat, putra Syahril HM Taher, bahas Pilkada Balikpapan
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menebak arah politik jelang Pilkada Balikpapan 2020 menarik dibahas berbagai kalangan belakangan ini.
Misal, kandidat kuat dari PDI Perjuangan yang digadang maju sebagai bakal calon walikota, Irjen Pol (purn) Safaruddin yang sudah mendaftar di penjaringan partai.
Kepada Tribunkaltim.co, Safaruddin mengaku telah melakukan komunikasi politik dengan berbagai tokoh.
Salah satunya dengan Yaser Arafat, putra Syahril HM Taher, mantan Ketum Persiba Balikpapan.
Tokoh muda populer di Balikpapan itu telah mendaftar atas undangan partai, juga arahan langsung Safaruddin yang merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur.
"Sudah ketemu (Yaser).
Iya.
Dia kan termasuk orang yang berpeluang untuk maju.
Kita ngobrol bagusnya membangun Balikpapan.
Sudah 2 kali ketemu," katanya.
Banyak bakal calon yang namanya kian mencuat maju di Pilkada Balikpapan.
Sebagian dari mereka telah mendaftar di penjaringan partai.
Disinggung sosok pendamping (wakil walikota) bila dirinya maju di Pilkada Balikpapan, Safaruddin nantinya bakal memegang survei sebagai landasannya.
"Berdasarkan survei.
Kita lihat nanti siapa yang bisa memenangkan Pemilihan Walikota, itu yang kita bakal bersinergi.
(Hasil Pileg 2019) Termasuk.
Tapi Yang paling utama surveinya seperti apa," ungkapnya.
Ditanya siapkah bersaing dengan petahana, bila skema koalisi PDIP - Golkar tak terealisasi.
Safaruddin ringan menjawab, "Kita lihat saja.
Bagaimana nanti," tuturnya.
Pun disinggung apakah Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri telah melakukan komunikasi kepada dirinya untuk maju di Pilkada Serentak 2020.
Mantan Kapolda Kaltim ini berkata sampau saat ini belum ada arahan langsung.
"Belum.
Ini, kan, baru pendaftaran.
Ada mekanismenya.
Ambil formulir, pendaftaran, baru nanti ke DPD.
Diteliti berkas, kemudian direkomendasikan ke DPP. Ada feet and proper test. Jadi masih panjang," ungkapnya.

Cari Pendamping
Pilkada Balikpapan akan bergulir pada 2020 mendatang.
Sejumlah partai politik sudah siap-siap menimang jagoannya dalam hajatan politik memilih pemimpin baru kota Balikpapan.
Partai Golkar menjadi, satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri.
Pasalnya partai berlambang pohon beringin ini mengantongi 11 kursi di DPRD Balikpapan, yang jumlahnya lebih dari cukup untuk mengusung calon.
Di luar Partai Golkar, Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP) juga menjadi salah satu partai yang juga siap mengusung calon sendiri.
Raihan 8 kursi di DPRD Balikapapan membuat PDIP hanya membutuhkan 1 kursi lagi untuk bisa mengusung calon.
Belakangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang punya 1kursi menyatakan diri bergabuing dalam fraksi PDIP di DPRD Balikpapan, yang kemungkinan juga berlanjut di Pilkada 2020.
PDIP bahkan sejak Senin (2/9/2019) sudah membuka pendaftaran Bakal Calon Pilkada 2020.
Ketua Tim Penjaringan dan Pendaftaran Bacalon Kepala dan Wakil Kepala Daerah Pilkada 2020 Balikpapan, Muhammad Bahrul Nur mengatakan berdasarkan surat instruksi DPP PDIP nomor 356, pengurus daerah diminta untuk melakukan pemetaan daerah dan penjaringan bakal calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020.
"Makanya kami bentuk tim 7, untuk mengurus pendaftaran dan penjaringan bacalon PDIP," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (2/9/2019) di Sekretariat DPC PDIP Balikpapan di kawasan Sepinggan Pratama.
• 2 Faktor Ini Bikin PDIP Percaya Diri Rebut Balikpapan 1 dan 2
• Ketua PDIP Balikpapan Daftar Bacalon Wakil Walikota, Thohari Azis: Kalau Walikota Kualat Saya
• Yaser Arafat Syahrir Positif Maju Pilkada Balikpapan, Daftar di PDIP Bawa Masyarakat Beragam
Untuk diketahui, pendaftaran bakal calon (bacalon) kepala daerah partai berlambang banteng ini resmi dibuka 2-8 September 2019.
Sementara untuk pengembalian formulir dilaksanakan pada 9 sampai 17 September mendatang.
Semenjak dibuka sejumlah tokoh baik berlatar belakang politisi, pengusaha maupun agamawan sudah mengambil formulir di kantor DPC PDIP Balikpapan.
Dari serjumlah tokoh yang mendaftar, nama Safaruddin paling banyak nendapatkan atensi.
Mantan Kapolda Kaltim itu digadang-gadang bakal menjadi pesaing kuat Rahmad Mas'ud yang sebelumnya dicalonkan oleh Partai Golkar.
Safaruddin menjadi kandidat paling kuat yang bakal disorong oleh PDIP sebagai calon Walikota di PDIP.
Selain kader internal, elelktabilitas Safaruddin juga cukup tinggi di Balikpapan.
Dalam 2 kali gelaran Pemilu, Safaruddin selalu menjadi pemenang di Balikpapan.
Pertama saat dirinya mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur Kaltim pada 2017 silam.
Berpasangan dengan Rusmadi, raihan pasangan ini menjadi yang tertinggi di Balikpapan.
Kemudian saat Pileg 2014 silam, suara dari wilayah Balikpapan turut mengantarkan Safaruddin meraih posisi di DPR RI.
Dengan status sebgai kader internal dan Ketua PDIP Kaltim restu dari DPP PDIP dan "Teuku Umar" rasa-rasanya juga tak terlalu sulit diraih.
Apalagi Safaruddin juga sukses menjaga kemenangan Jokowi di Kaltim saat Pilpres kemarin.

Safaruddin juga membuktikan keseriusannya maju pada Pilkada 2020 dalam Pilkada Balikpapan.
Anggota DPR RI wakil Kalimantan Timur ini mengambil formulir bacalon walikota Pilkada 2020 dari PDIP, yang diberikan pengurus DPC PDIP Balikpapan, Minggu (8/9/2019)
Sosok Safaruddin dikenal sebagai mantan Kapolda Kaltim dan sudah sukses raih kursi DPR RI dalam Pileg 2019 lalu.
"Seriuslah, masa main-main," tutur Safaruddin usai mengambil formulir kepada Tribunkaltim.co
Ia juga menegaskan bahwa bakal mundur dari DPR RI, bila partai memberikan mandat kepadanya untuk memenangkan Pilkada 2020 di Balikpapan.
"Oh, iya. Nanti kalau mendaftar KPU, kalau persyaratan mundur, ya mundur.
Kenapa gak mau mundur?
Kok sayang, dimana-mana sama. DPR mengabdi, kalau pun jadi (Walikota Balikpapan) mengabdi juga," ungkapnya.
Saaat disinggung apakah niat maju lantaran melihat momentum Ibu Kota Negara (IKN) pindah ke Kalimantan Timur, sehingga Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim jadi wilayah yang potensial dipimpin.
"Sebelum itu Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur juga saya bilang mau. Bukan karena itu. Mau mengabdi. Kalau masyarakat Balikpapan mengizinkan.
Berbuat sesuatu agar masyarakat Balikpapan mendapatkan kebaikan. Yang dulu susah sekolah, jadi gampang. Kesehatan terjamin.
Penghasilan dan lapangan kerja terbuka lebar," ungkapnya.
Jika Safaruddin disorong menjadi Calon Walikota dari PDIP, yang menarik ditunggu adalah siapa sosok yang akan mendampinginya.
Sejauh PDIP punya 2 pilihan, yakni mengusung calon internal atau dari luar partai.
Untuk kader internal ada 2 sosok yang patut diperhitungkan, yakni Thohari Azis dan Eddy Sunardi Darmawan atau Eddy Tarmo.
Thohari Azis sendiri sudah mengambil formulir pendaftaran di PDIP.
Secara tegas ia mendeklarasikan diri mendaftar bukan sebagai bacalon walikota, melainkan wakil walikota pada Pilkada 2020 atau Pilkada Balikpapan di penjaringan PDIP.
"Rekan-rekan yang saya banggakan, hari ini memberikan formulir pendaftaran kepada saya. Saya akan patuh kepada Ketua dan pimpinan.
Saya akan mengisi sebagai wakil walikota, kalau walikota kualat saya," kelakarnya, Minggu (8/9/2019) saat memberi sambutan di hadapan Tim 7 dan pengurus DPC PDIP Balikpapan, Kalimantan Timur. (*)