Ungkap Kasus Perambah Hutan Lindung di Bontang untuk Perkebunan, KPHP Santan Amankan Excavator

KPHP Santan berhasil ungkap aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan di Hutan Lindung Bontang

Ungkap Kasus Perambah Hutan Lindung di Bontang untuk Perkebunan, KPHP Santan Amankan Excavator
HO / KPHP Santan
HUTAN LINDUNG - Excavator diamankan UPTD KPHP Santan, Dishut Kaltim akibat digunakan untuk membuka lahan di kawasan hutan lindung Bontang, Kamis (12/9/2019). 

Lanjut dirinya menjelaskan, aktivitas pembukaan lahan ilegal itu dilakukan kurang dari sepekan.

Dari pengakuan operator excavator, dirinya hanya dipekerjakan oleh sepasang suami istri yang mengaku memiliki lahan di kawasan Hutan Lindung Bontang.

Operator excavator bernama Hendra itu dipekerjakan selama sepekan dengan bayaran per jamnya Rp 200 ribu.

Jawab Wartawan, Isran Tegaskan Pembangunan Ibu Kota Negara Tidak Akan Rusak Hutan Lindung

Gubernur Tegaskan Bukit Soeharto Bukan Hutan Lindung: Sudah Saya Sampaikan ke Pak Menteri PPN

Pengelolaan Hutan Lindung Berujung 3 Tewas dan 10 Luka di Mesuji, Begini Penjelasan Polisi

HUTAN LINDUNG - Excavator diamankan UPTD KPHP Santan, Dishut Kaltim akibat digunakan untuk membuka lahan di kawasan hutan lindung Bontang, Kamis (12/9/2019).
HUTAN LINDUNG - Excavator diamankan UPTD KPHP Santan, Dishut Kaltim akibat digunakan untuk membuka lahan di kawasan hutan lindung Bontang, Kamis (12/9/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

"Saat ini yang masih kita periksa satu orang.

Namun, selanjutnya kita akan panggil pasangan suami istri ini untuk menjalani pemeriksaan juga," ungkapnya.

Secara keseluruhan kawasan hutan lindung Bontang memiliki luas kurang lebih 20.561 Ha.

Namun, akibat banyak aktivitas ilegal di kawasan tersebut, membuat kondisi hutan semakin kritis.

"Tersisa beberapa titik, salah satunya di kawasan Teluk Pandan, dan secara keseluruhan kondisinya agak kritis," tuturnya.

Dengan adanya penindakan tersebut, diharapkan dapat membuat efek jera kepada masyarakat, maupun pihak lainnya agar tidak melakukan aktivitas terlarang di kawasan hutan lindung.

Namun demikian, bukan berarti kawasan hutan lindung sama sekali tidak diperbolehkan adanya aktivitas masyarakat.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved