Berita Balikpapan Terkini

Depan Kawasan Plaza Balikpapan Dibagikan Masker Lantaran Gejala Kabut Asap Kebakaran Hutan

Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) mengadakan kegiatan sosial membagikan masker kepada pengendara, kondisi udara buruk.

Depan Kawasan Plaza Balikpapan Dibagikan Masker Lantaran Gejala Kabut Asap Kebakaran Hutan
TribunKaltim.Co/Siti Zubaidah
Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) mengadakan kegiatan sosial membagikan masker kepada pengendara di dekat kawasan Plaza Balikpapan, Kota Balikpapan Kalimantan Timur. 

Dan bagi yang memiliki penyakit asma jika terlalu sering terpapar asap atau debu berisiko radang paru-paru.

Untuk itu ia mengingatkan kepada masyarakat untuk mengenakan masker saat keluar rumah. Atau jika tidak memiliki kegiatan di luar sebaiknya lebih sering berdiam di dalam ruangan.

"Bagi anak-anak sekolah yang olahraga sebaiknya olahraga di dalam aula atau gedung," kata Maurits.

Sementara itu gunakan masker yang dijual bebas di apotek atau rumah sakit.

"Gunakan masker bedah atau masker N95," tutur Maurits. 

 Belakangan ini kabut asap saat ini mulai memasuki Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dari pantauan Tribunkaltim.co, Rabu (11/9/2019) terlihat kabut asap tipis mulai menutupi beberapa titik kota.

Bahkan pada pagi harinya bau asap terasa begitu kuat.

Dokter spesialis paru pun menganjurkan kepada masyarakat untuk mengenakan masker saat keluar rumah.

Tujuannya agar meminimalisir penyakit pernapasan seperti ISPA, asma ataupun pneumonia.

Masker untuk umum dengan mudah ditemukan di apotek.

Harga masker tergantung jenis dan model terjual di apotek.

Yang paling murah adalah masker bedah berwarna hijau. Ada juga masker N95 atau istilah umumnya masker mangkuk yang berwarna putih.

Kedua jenis masker ini memiliki fungsi untuk mencegah udara kotor dari luar masuk ke dalam pernapasan. Namun terdapat beberapa perbedaan selain bentuk bagi kedua masker ini.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Maurits Marpaung, Sp.P mengatakan beberapa perbedaan yang harus diperhatikan dari kedua masker tersebut. Untuk masker bedah hanya dipakai sekali saja.

Tujuannya tekstur masker tersebut tidak dapat digunakan secara berkali-kali. Selain itu masker tersebut lebih rentan terkontaminasi bakteri atau virus jika diletakkan di sembarang tempat.

"Sangat disarankan untuk digunakan berkali-kali. Maka dari itu sekali pakai jangan ditaruh di tempat lain. Sebab hal tersebut memicu bakteri atau virus menempel di masker tersebut," ucap Maurits Marpaung.

Sementara itu untuk masker mangkuk memiliki usia penggunaan yang cukup lama. Satu buah masker ini dapat digunakan selama seminggu berturut-turut.

Tonton Juga:

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved