Selasa, 21 April 2026

Darurat Kabut Asap

Kabut Asap Masih Pekat, BMKG Berau Belum Cabut Peringatan Cuaca Ekstrem

Dalam dua hari terakhir, bahkan tidak menutup kemungkinan hingga hari Senin (16/9/2019) ini, layanan penerbangan dari dan menuju Bandara Kalimarau

TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN
Sejak pekan lalu, sejumlah jadwal penerbangan mengalami penundaan hingga pembatalan. Bahkan layanan penerbangan dari dan menuju Bandara Kalimarau juga terpaksa ditutup karena kabut asap. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dalam dua hari terakhir, bahkan tidak menutup kemungkinan hingga hari Senin (16/9/2019) ini, layanan penerbangan dari dan menuju Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur dihentikan sementara.

Menyusul kabut asap yang semakin tebal dan menyebabkan jarak pandang yang sangat minim, yakni 500 meter.

Sejak Jumat (13/9/2019) lalu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Surat peringatan itu, hingga hari Senin (16/9/2019) belum dicabut.

Bahkan hari Sabtu (14/9/2019) kemarin BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini dengan perihal yang sama.

Video Pilihan:

"Peringatan dini ini berlaku empat hari, atau berlaku sampai 17 September 2019 atau sampai ada perubahan kondisi cuaca," kata Kepala BMKG Berau, Tekad Sumardi.

Dalam surat peringatan dini itu, BMKG mengimbau agar penyedia jasa trasnportasi laut, darat dan udara berhati-hati, karena kabut asap yang sangat tebal sehingga menyebabkan jarak pandang menurun.

Imbauan ini juga berlaku bagi transportasi darat. Para pengemudi diminta untuk mengurangi kecepatan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, akhir pekan kemarin, sejumlah kendaraan dari arah Samarinda menuju Berau tertahan, akibat kebakaran hutan di jalan poros Berau-Samarinda ini.

Sejumlah kecelakaan terjadi di jalan poros ini, namun belum dapat dipastikan apakah kecelakaan lalu lintas ini berkaitan dengan kabut asap.

Kabut Asap di Berau, Dinas Kesehatan Ungkap Bisa Membahayakan Kesehatan Anak, Sekolah Diliburkan

Kabut Asap Semakin Pekat, Kemenhub Pastikan Pelayanan Bandara di Kalimantan Tetap Beroperasi

Dokter Ungkap Ada Bakteri di Paru-paru Elsa Fitaloka, Bayi yang Meninggal Diduga Terpapar Kabut Asap

Soal penutupan layanan penerbangan, Kepala BMKG Berau, Sumardi menegaskan, pihaknya hanya menyampaikan informasi yang berkaitan dengan cuaca.

“Kami tidak punya kewenangan untuk menutup bandara. Yang punya kewenangan adalah otoritas bandara,” tegasnya.

Kepala Bandara Kalimarau, Bambang Hartato membenarkan, penutupan layanan bandara merupakan otoritasnya. Pihaknya terpaksa menutup layanan penerbangan karena dianggap tidak aman untuk transportasi udara.

“Karena jarak pandang kurang dari 1 kilometer, sementara dalam standar penerbangan, jarak pandang itu minimal 3,5 kilometer,” tegasnya.

Penutupan layanan tarnsportasi udara ini juga berdasarkan Notice To Air Man (Notam) AirNav Indonesia dan BMKG.

Informasi dari kedua institusi itu yang menjadi dasar bagi manajemen Bandara Kalimarau untuk memutuskan, apakah layanan bandar udara dibuka atau tidak.

Banyak penumpang pesawat yang akhirnya memilih melakukan perjalanan darat, karena layanan Bandara Kalimarau ditutup, akibat kabut asap yang semakin pekat.
Banyak penumpang pesawat yang akhirnya memilih melakukan perjalanan darat, karena layanan Bandara Kalimarau ditutup, akibat kabut asap yang semakin pekat. (TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN)

Sementara, maskapai penerbangan, menurut Bambang Hartato juga memiliki kebijakan sendiri, termasuk keputusan para pilot untuk tinggal landas atau mendarat di sebuah bandara.

“Pilot punya kewenangan sendiri untuk memutuskan menerbangkan pesawat dalam kondisi seperti ini. Dan saya yakin, semua pilot akan menolak terbang kalau melihat kondisi cuaca seperti sekarang,” tegasnya.

Karena itu, Bambang berharap, masyarakat memaklumi jika layanan penerbangan mengalami penundaan atau malah dibatalkan.

Menurutnya, penutupan layanan bandara dan pembatalan penerbangan semata-mata bertujuan untuk keselamatan penumpang itu sendiri.

“Kami hanya berharap, bencana kabut asap ini bisa segera berakhir dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” tandasnya.

Sejumlah calon penumpang maskapai penerbangan mengeluhkan batalnya penerbangan.

Namun sebagian besar menyadari, penutupan layanan ini demi keselamatan mereka.

“Namanya juga kabut asap, kalau dipaksakan (terbang) kan juga berbahaya. Pembatalan penerbangan) ini pasti ada hikmahnya.

Lagi pula masih ada refund (pengembalian uang tiket),” kata Rahmawati Sari, salah seorang calon penumpang pesawat yang akhirnya memilih jalan darat menuju Kota Balikpapan.

BACA JUGA

Kabut Asap di Kalimantan Timur Kian Parah, Para Kepala Daerah Ambil Kebijakan, Sekolah Diliburkan

Elsa Pitaloka Sempat Alami Sesak Nafas Sebelum Meninggal, Diduga Terpapar Kabut Asap

Kabut Asap di Samarinda Kian Parah, Walikota Syaharie Jaang Ajak Jajarannya Gelar Doa Minta Hujan

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved