Kejinya Aksi G30S/PKI, Jenderal A Yani Alami 13 Luka Tembak dan MT Haryono Penuh Luka Tusuk

Jelang peringatan G30S/PKI, hasil otopsi menunjukkan para perwira tinggi dibunuh dengan keji, seperti dialami Jenderal Ahmad Yani dan MT Haryono

Kejinya Aksi G30S/PKI, Jenderal A Yani Alami 13 Luka Tembak dan MT Haryono Penuh Luka Tusuk
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah warga melihat beberapa tempat bersejarah di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (29/9/2015). Tanggal 1 Oktober merupakan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sekaligus mengenang korban peristiwa G30S/PKI khususnya tujuh pahlawan revolusi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Gerakan 30 September/PKI, disingkat G30S/PKI, Gestapu atau Gerakan September Tiga Puluh, Gestok atau Gerakan Satu Oktober adalah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965.

PKI sendiri merupakan Partai Komunis Indonesia.

Kala itu tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta.

Adapun dalam peristiwa G30S/PKI Pemberontakan G30S/PKI tersebut, tujuh pejabat tinggi militer dibunuh, dengan hasil otopsi sebagai berikut :

1. Ahmad Yani

- Luka Tembak masuk: 2 di dada kiri, 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di garis pertengahan perut, 1 di perut bagian kiri bawah, 1 perut kanan bawah, 1 di paha kiri depan, 1 di punggung kiri, 1 di pinggul garis pertengahan.

- Luka tembak keluar: 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di punggung kiri sebelah dalam.

- Kondisi lain: sebelah kanan bawah garis pertengahan perut ditemukan kancing dan peluru sepanjang 13 mm, pada punggung kanan iga kedelapan teraba anak peluru di bawah kulit.

2. R. Soeprapto

- Luka tembak masuk: 1 di punggung pada ruas tulang punggung keempat, 3 di pinggul kanan (bokong), 1 di pinggang kiri belakang, 1 di pantat sebelah kanan, 1 di pinggang kiri belakang, 1 di pantat sebelah kanan, 1 di pertengahan paha kanan.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved