23 Tim Pelajar di Kalimantan Bersaing dalam Olimpiade Jaringan MIKROTIK APJII 2019
Olimpiade Jaringan Mikrotik APJII 2019 (Olimpiade) ini adalah prakarsa dari Citraweb Solusi Teknologi (Mikrotik Indonesia),
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM.CO - Sebanyak 23 Tim perwakilan empat Provinsi di Kalimantan ikut Kompetisi Olimpiade Jaringan Mikrotik yang dilaksanakan di Swiss Bell Hotel Balikpapan, Kamis (19/9/2019).
Olimpiade Jaringan Mikrotik APJII 2019 (Olimpiade) ini adalah prakarsa dari Citraweb Solusi Teknologi (Mikrotik Indonesia), dan diselenggarakan bersama antara Citraweb Solusi Teknologi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Nantinya dari 23 tim diambil dua orang yang menag dan dibawa ke tingkat nasional di Bali pada 23 Oktober 2019 mendatang.
• Olimpiade Jaringan MKROTIK-APJIII 2019 Segera Digelar, Catat Tanggal dan Waktunya
• Gelar Lomba Tari Perang, Danrem 091/ASN Menyatakan Kita Ikut Andil Lestarikan Kebudayaan
Valens Riyadi, Ketua Pelaksana Olimpiade mengatakan, dari semua peserta merupakan perwakilan dari semua provinsi Kalimantan, Kalsel, Kalteng, Kaltim, dan Kaltara, dengan Peserta terbayak dari Kaltim, sebanyak 16 tim.
APJII sebagai wadah bagi perusahaan penyelenggara telekomunikasi, menganggap acara Olimpiade ini sesuai dan sangat bermanfaat bagi anggotanya.
Proses rekruitmen dan magang kerja di operator telekomunikasi bisa menjadi tindak lanjut yang sama-sama menguntungkan, baik dunia industri maupun dunia pendidikan.
Selain SMK TKJ, SMK Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi (SIJA), dan SMK yang telah menjadi MikroTik Academy didorong untuk mengikuti adu pengetahuan berjaringan dan RouterOS ini. Total hadiah yang diperebutkan sejumlah 60 juta rupiah.
Pertama kali digelar tahun 2016 silam, olimpiade ini mempertemukan bibit-bibit dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) se-Indonesia.
• Keluarga Tak Yakin TKW Lily Meninggal Karena Jatuh, Ada Jahitan Aneh dari Leher hingga Bawah Pusar
• Saat Kaesang Pangarep Ikut Angkat Bicara Soal Revisi UU KPK, Singgung Kepedulian yang Berbeda-beda
TNI AD Kodam VI Mulawarman ikut membantu dalam kegiatan ini.
“Diadakannya olimpiade ini bertujuan untuk mengasah dan mendorong penguasaan ilmu jaringan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia, khususnya SMK yang memiliki jurusan Teknis Komputer dan Jaringan (TKJ),” ujar Vales.
Ia melanjutkan bahwa kemampuan mengelola jaringan ini adalah salah satu keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Terlebih semua jenis perusahaan kini menggunakan sistem komputerisasi dan jaringan dalam penyimpanan data dan komunikasi.
Memasuki tahun keempat, jumlah peserta olimpiade terus meningkat. Tahun lalu jumlah peserta sebanyak 383 tim. Tahun ini, peserta mencapai 523 tim dari seluruh Indonesia, termasuk Papua Barat yang mengirimkan satu kontingen. Kontingen terbanyak dikirimkan oleh Jakarta dengan jumlah 115 kontingen.
• Saat Kaesang Pangarep Ikut Angkat Bicara Soal Revisi UU KPK, Singgung Kepedulian yang Berbeda-beda
• Profil Sahila Hisyam, Artis Wanita yang Akan Dilamar Vicky Prasetyo, Pernah jadi Pacar Kevin Julio
Adapun tim yang lolos ke tahap 2 (Cerdas Cermat):
1. SMKTI Airlangga, Kaltim
2. SMK Airlangga Balikpapan, Kaltim
3. SMK N 1 Tenggarong, Kaltim
4. SMK N 3 Balikpapan, Kaltim
5. SMK Kristen Immanuel Pontianak, Kalbar
6. SMK N 2 Banjarbaru, Kalsel
Yang lolos ke tahap 3 (Final di Bali):
1. SMK N 1 Tenggarong, Kaltim
2. SMK N 2 Banjarbaru, Kalsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/olimpiade-jaringan-mikrotik.jpg)