Hindari Konflik Horizontal, Warga di Kota Wamena Dilarang Bawa Senjata Tajam
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua beserta aparat TNI dan Polri meminta kepada masyarakat untuk tak membawa senjata tajam di Kota Wamena.
TRIBUNKALTIM.CO,WAMENA–Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua beserta aparat TNI dan Polri meminta kepada masyarakat untuk tak membawa senjata tajam di Kota Wamena.
Hal ini untuk menghindari terjadinya konflik horizontal. Apalagi masyarakat merasa takut dan menjadi korban korban aksi demo yang dilakukan para pelajar yang mengakibatkan banyak korban jiwa.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menegaskan, ia telah meminta aparat keamanan untuk melakukan sweeping kepada masyarakat yang membawa senjata tajam di dalam Kota Wamena atau di lokasi pengungsian.
“Langkah sweeping alat tajam ini diambil pemerintah daerah agar tidak menimbulkan ke ke khawatiran masyarakat dan ini sudah kami diintruksikan.
• Kekurangan Tenaga Medis Untuk Rawat Korban Kerusuhan, Pemprov Papua Kirim Tenaga Medis ke Wamena
• Pengadian dr. Soeko Marsetiyo Berakhir di Tolikara, Tewas Saat Kerusuhan di Kota Wamena
Pemda atau saya sendiri juga telah turun untuk menyampaikan kepada masyarakat yang ada dipinggiran jalan, untuk tidak terprovokasi dengan isu hoaks, hingga menimbulkan aksi serang antar masyarakat,” katanya Rabu (25/9/2019).
Dilansir dari Kompas.Com, Bupati menegaskan telah menjamin keamanan masyarakat yang di wilayahnya. Pemerintah bersama aparat keamanan mengembalikan situasi kota ini menjadi aman.
Ia menegaskan, TNI/ Polri telah menempatkan sejumlah aparat gabungan di beberapa jalan masuk ke Kota Wamena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan bersama terjadi.
“Jangan lagi membawa senjata tajam di jalanan. ada isu yang sengaja dihembuskan jika aparat TNI/ Polri mem-back up masyarakat pendatang untuk melakukan penyerangan, ini sama sekali tidak benar sehingga kita inginkan tidak lagi ada warga yang membawa senjata tajam,”ujarnya.
• Sudah Ditemukan 32 Korban Tewas Kericuhan Wamena, Rata-rata Ditemukan di Puing Rumah
• Warga Ingin Tinggalkan Kota Wamena, Ini Sederet Fakta Kerusuhan Wamena
• Sejumlah Fasilitas PLN Dibakar, Sebagian Kota Wamena Gelap Gulita Pascakerusuhan
Secara terpisah, Kepala Distrik Kurulu Yuda Dafarius Dabi menyatakan, atas nama asosiasi 40 Kepala Distrik dan 328 kampung di Jayawijaya, tidak boleh lagi ada yang membawa alat tajam di Jayawijaya.
Ia menegaskan budaya di Kabupaten Jayawijaya tak ada yang membawa alat tajam di jalan-jalan, sehingga pihaknya juga melarang masyarakat Jayawijaya untuk membawa alat tajam.
“Kami di wilayah distrik dan kampung yang ada di luar Kota Wamena itu aman dan terkendali tak ada pergerakan masa atau apapun , masalah yang ada ini terjadi hanya di kota saja sehingga kami pastikan situasi di distrik dan kampung itu aman terkendali,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gubernur-papua-lukas-enembe-menemui-warga-wamena.jpg)