Bawa Senjata Tajam dan Panah Saat Aksi Unjuk Rasa, 4 Siswa SMK di Makassar jadi Tersangka

Empat pelajar dari SMK di Makassar, Sulawesi Selatan, yang sempat ikut dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD ditetapkan tersangka

TribunKaltim.CO/HO/Kompas.Com
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani bersama Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat menggelar konferensi pers terkait penetapan tersangka perusakan 2 mobil pelat merah di Makassar, Kamis (26/9/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO,MAKASSAR-Empat pelajar dari  sekolah menengah kejuruan (SMK) di Makassar, Sulawesi Selatan, yang sempat ikut dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan, ditetapkan tersangka.

Mereka yang ditetapkan tersangka masih di bawah umur. Pada saat aksi unjuk rasa, mereka membawa senjata tajam termasuk busur. 

Dilansir dari Kompas.Com, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Soendani mengatakan, 3 dari 4 pelajar yang ditetapkan sebagai tersangka masih di bawah umur.

Saat ditangkap, polisi menyita senjata tajam berupa busur dan panah dari para pelajar tersebut.

Mahasiswa Tewas Dalam Unjuk Rasa di Sultra, Din Syamsuddin: Kasus Ini Harus Diusut Sampai Tuntas

BREAKING NEWS - IJTI dan PWI Kota Balikpapan Unjuk Rasa di Depan Polres Balikpapan

"Ini sengaja mereka siapkan untuk melukai petugas. Jadi mereka siap melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pembusuran kepada polisi yang berjaga di sekitar Kantor DPRD," kata Dicky saat konferensi pers di Polrestabes Makassar, Kamis malam.

 Selain menemukan busur dan anak panah, polisi juga menyita badik, kayu, dan batu yang juga akan digunakan jika terjadi kerusuhan.

Saat ini, keempat pelajar tersebut masih berada di tahanan Polrestabes Makassar.

Dicky mengatakan, untuk penanganan perkara, polisi akan didampingi dengan Pusat Perlindungan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar.

"Ini (barang bukti) kita temukan di kantor DPRD," ucap Dicky.

Sebelumnya, ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Makassar turut berunjuk rasa menolak RUU KUHP dan UU KPK di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Kamis.

Immawan Randy Tewas Saat Unjuk Rasa di DPRD Sultra, Begini Kronologisnya

Mahasiswa Tewas Saat Unjuk Rasa di Kendari, IMM Banyumas Minta Kapolri Usut Tuntas

Pasca Operasi, Yusuf Kardawi Korban Unjuk Rasa Belum Sadarkan Diri

Ratusan pelajar ini merupakan gelombang kedua yang hadir, setelah sebelumnya 200 rekannya sudah diamankan terlebih dahulu oleh polisi.

Para pelajar tersebut melakukan orasi sambil membawa spanduk berisi kecaman untuk DPR. (*)

Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved