Mahasiswa Tewas Dalam Unjuk Rasa di Sultra, Din Syamsuddin: Kasus Ini Harus Diusut Sampai Tuntas

Kepolisian diminta untuk melakukan pengusutan kasus kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Immawan Muhammad Randi sampai tuntas.

KOMPAS.com/Sabrina Asril
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. 

TRIBUNKALTIM.CO,JAKARTA-Kepolisian diminta untuk melakukan pengusutan kasus kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Immawan Muhammad Randi sampai tuntas.

Randi tewas dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berakhir ricuh. 

Adapun, Randi merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kendari, Sulawesi Tenggara

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin berharap kasus kematian mahasiswa IMM tersebut dapat diproses secara hukum dengan transparan.

Bahkan, Din mengusulkan agar tim internal IMM melakukan pemeriksaan jenazah untuk memastikan penyebab kematian.

Immawan Randy Tewas Saat Unjuk Rasa di DPRD Sultra, Begini Kronologisnya

BREAKING NEWS - IJTI dan PWI Kota Balikpapan Unjuk Rasa di Depan Polres Balikpapan

"Mendorong pengusutan yang jujur dan transparan. Dan agar tidak menimbulkan fitnah, sebaiknya dilakukan autopsi oleh tim internal Muhammadiyah," ujar Din dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/9/2019).

Din juga meminta agar segenap keluarga besar IMM/AMM di seluruh Tanah Air tetap tenang dan tidak terhasut untuk melakukan tindakan anarkis.

Selain itu, Din meminta agar kader IMM menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tragedi demokrasi akibat tindakan represif yang patut disesalkan.

"Saya berpesan kepada segenap keluarga besar IMM/AMM di seluruh Tanah Air, memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT, agar almarhum memeroleh husnul khatimah," kata Din.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, tewas karena luka tembak di dada saat demo di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis.

Dokter Yudi Ashari yang menangani Randi di Rumah Sakit Ismoyo Kendari mengatakan, mahasiswa Universitas Halu Oleo itu terluka di dada sebelah kanan selebar 5 sentimeter, dengan kedalaman 10 sentimeter.

Dokter menduga, luka tersebut akibat benda tajam berupa peluru.

Mahasiswa Tewas Saat Unjuk Rasa di Kendari, IMM Banyumas Minta Kapolri Usut Tuntas

Pasca Operasi, Yusuf Kardawi Korban Unjuk Rasa Belum Sadarkan Diri

Korban Unjuk Rasa di Samarinda, Ada yang Ngaku Kena Peluru Karet, Patah Tulang, Hingga Luka Kepala

"Luka tembak, belum bisa dipastikan peluru karet atau peluru tajam," kata Yudi.

Yudi menjelaskan, peluru tidak mengenai organ vital. Namun, udara yang masuk ke dalam rongga dada tidak bisa keluar atau menekan ke dalam.

"Udara terjebak di dalam rongga dada atau nemotorax, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Yudi. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved