PSI Kecam Penangkapan Dandhy Laksono dan Ananada Badudu, Tsamara Amany: Menambah Runyam Persoalan

Posisi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI memberikan sikap keberatasan atas penangkapan Dandhy Laksono dan Ananada Badudu.

TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menyambangi redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kali ini Partai Solidaritas Indonesia angkat bicara mengenai penangkapan Dandhy Laksono dan Ananada Badudu. 

Posisi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI memberikan sikap keberatasan atas penangkapan Dandhy Laksono dan Ananada Badudu. 

Mengutip dari PSI.id, melalui Tsamara Amany Alatas Ketua DPP PSI, menegaskan beberapa hal ini. 

1. Saya mengecam keras penangkapan Dandhy Laksono (kemarin malam dan dilepas menjelang subuh) dan Ananda Badudu.

2. Saya berharap dalam hiruk pikuk politik yang terjadi beberapa hari belakangan ini, pihak Kepolisian tidak menambah runyam persoalan dengan melakukan penangkapan para aktivis  yang justru menambah sentimen negatif masyarakat terhadap proses penegakan hukum di negeri ini.

3. Kebebasan berpendapat dan menyampaikan ide dilindungi dalam demokrasi.

Perbedaan pandangan mesti dirayakan bukan dibungkam apalagi dipenjara.

Begitu juga aktivitas yang dilakukan Ananda Badudu yang menggalang dana (crowd funding) untuk para korban demonstrasi mahasiswa melalui platform kitabisa.com adalah perbuatan terpuji yang tidak patut dikriminalisasi.

Selain sutradara dan jurnalis Dandhy Dwi Laksono, polisi juga kabarnya menangkap musisi sekaligus mantan wartawan Tempo Ananda Badudu.

Aparat dari Polda Metro Jaya menangkap Ananda Badudu, Jumat (27/9/2019) pagi ini.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved