Selasa, 28 April 2026

Soal Kerusuhan di Papua, Tokoh Separatis Ini Minta Bantuan ke PBB dan Pemerintah Australia

Benny Wenda, tokoh separatis Papua dikabarkan bakal hadir di sidang umum PBB. Dia dituding berada dibalik kerusuhan di Papua dan Papua Barat

Editor: Rafan Arif Dwinanto
(OXFORD CITY COUNCIL via BBC INDONESIA)
Benny Wenda adalah pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP). 

TRIBUNKALTIM.CO - Pekan depan, Benny Wenda dikabarkan bakal meminta PBB turun melihat kondisi terkini Papua.

Dilansir dari Kompas.com, tokoh separatis Papua, Benny Wenda, dilaporkan hadir dalam sidang umum PBB yang berlangsung pada pekan ini di New York, AS.

Benny Wenda disebut berusaha melobi agar komisioner HAM PBB bisa berkunjung ke Indonesia, dan melihat langsung kondisi yang ada di Papua.

Jadi Tersangka UU ITE, Dandhy Dwi Laksono Ajak Publik Fokus Soal Papua dan Mahasiswa Tewas

Beginilah Kronologi Pembakaran 150 Kios di Oksibil Papua, Mabuk-mabukan Kemudian Rusuh

Berawal dari Pesta Miras, 150 Kios Terbakar di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua

Pemerintah Indonesia menuduh Benny Wenda berada di balik kerusuhan di Papua dan Papua Barat yang meletus sejak Agustus lalu.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengisyaratkan rangkaian kerusuhan itu terkait momentum pertemuan tahunan Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, dan Sidang Umum PBB.

Tapi, tuduhan itu dibantah oleh pemimpin politik Gerakan Papua Merdeka maupun Sebby Sambom, juru bicara sayap militer Pasukan Pembebasan Papua Barat.

Dalam wawancara dengan TV SBS Australia dikutip ABC Indonesia, Benny Wenda mengatakan dia berada di New York untuk mengupayakan kunjungan Komisioner HAM PBB.

"Pesan saya ke masyarakat internasional, kami sangat membutuhkan pasukan penjaga perdamaian PBB untuk masuk ke Papua," katanya.

Hingga Kamis (26/9/2019), jumlah korban aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan tewas kerusuhan yang terjadi Wamena, 33 orang tewas.

Semakin meningkatnya kekerasan serta jumlah korban tewas mendorong kelompok separatis Papua meminta dukungan dari masyarakat internasional, termasuk Australia.

Benny Wenda menyatakan, dia mendesak pemerintah Australia untuk mendukung intervensi internasional dalam menyelidiki situasi.

"Saya mendesak Pemerintah Australia agar bertindak cepat.

Kita tidak ingin mengulangi sejarah yang sama dengan yang terjadi di Timor Timur," ucapnya.

Dalam konferensi pers di sela Sidang Umum PBB, Perdana Menteri Australia Scott Morrison tidak menjawab pertanyaan soal tanggapan soal kerusuhan terbaru di Wamena.

Dia kemudian mengalihkannya ke Menteri Luar Negeri Marise Payne yang meminta semua pihal untuk "menahan diri" agar tak menambah panas situasi.

Dalam penjelasannya, Payne menuturkan bahwa Canberra begitu prihatin dengan kabar kekerasan baik di Papua maupun Papua Barat.

Dia menuturkan permasalahan tersebut sudah dipantau kedutaan besar mereka di Jakarta.

"Kami meminta semua pihak untuk menahan diri," lanjutnya.

Benny Wenda mengatakan kepada pers, petisi itu telah ditandatangani dari rumah ke rumah dan dari desa ke desa.
Benny Wenda mengatakan kepada pers, petisi itu telah ditandatangani dari rumah ke rumah dan dari desa ke desa. ((Reuters/Tom Miles))

Bakar 150 Kios

Kerusuhan disertai pembakaran terjadi di Jalan Balusu Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (26/9/2019).

Akibat kerusuhan tersebut, sebanyak 150 kios terbakar.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, kejadian tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 7 orang.

Menurut Kamal, para pemuda tersebut dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIT.

Awalnya, sekelompok pemuda sedang melakukan pesta minuman keras di Pasar Mabilabol, Distrik Oksibil.

Mereka yang dalam kondisi mabuk, kemudian melakukan perusakan meja dan barang dagangan pinang yang ada di Pasar Mabilabol.

Pada pukul 15.15 WIT, informasi tersebut diterima oleh anggota Polres Pegunungan Bintang Brigpol Maraiman Ansek.

Selanjutnya, pada pukul 15.20 WIT, patroli gabungan TNI-Polri yang dipimpin oleh Ipda Budi Wahyono mendatangi lokasi perusakan Pasar Mabilabol.

Polisi mengamankan salah satu pemuda yang bernana Yusmen ke Polres Pegunungan Bintang.

Namun, para pemuda lainnya tidak terima dengan tindakan tersebut.

Selanjutnya, para pemuda tersebut mengejar mobil patroli sambil berkata

"Kembalikan teman kami, kami akan kacau".

Sekitar pukul 15.25 WIT, satu orang pemuda lainnya bernama Bondo yang dalam keadaan mabuk, meminta agar Yusmen dipulangkan.

Bondo memberi tahu bahwa para pemuda lainnya telah melakukan perusakan Pasar Mabilabol.

Kemudian, pada pukul 15.45 WIT, Kepala Bagian Perencanaan Polres Pegnungan Bintang AKP M Amir menyetujui permintaan Bondo untuk memulangkan Yusmen.

Kepada Yusmen, polisi memberikan arahan agar tidak melakukan perusakan lagi. 

Namun, pada pukul 16.30 WIT, terjadi perusakan dan pembakaran kios yang merembet ke tempat usaha lainnya yang berada di sepanjang Jalan Balusu.

Pembakaran dilakukan oleh sekelompok pemuda.

Merespons hal tersebut, pada pukul 16.31 WIT,

Bertempat di Lapangan Apel Mapolres Pegunungan Bintang telah dilakukan apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Michael Mumbunan.

Personel Polres Pegunungan Bintang kemudian mendatangi lokasi kebakaran dan melakukan pengamanan.

Polisi juga membantu mengevakuasi orang dan barang ke Mapolres Pegunungan Bintang, Kantor Koramil Oksibil dan tempat ibadah. "Api dapat dipadamkan pada pukul 20.20 WIT," kata Kamal.

Saat ini, situasi di Pegunungan Bintang cukup aman. Para pedagang yang kehilangan kiosnya mengungsi di Mapolres Pegunungan Bintang dan Koramil Oksibil.

Kerusuhan kembali terjadi di Provinsi Papua. Setelah Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang sempat terjadi kerusuhan, kali ini terjadi di  di Jalan Balusu, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (26/9/2019).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIT. Kerusuhan tersebut berujung pada pembakaran 150 kios.

Dilansir dari Kompas.Com, Kepolisian Daerah (Polda) Papua menjelaskan bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 7 orang.

 Menurut polisi, para pemuda tersebut dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.

 PLN Mulai Lakukan Perbaikan Jaringan Listrik di Wamena Pasca Kerusuhan

 Kekurangan Tenaga Medis Untuk Rawat Korban Kerusuhan, Pemprov Papua Kirim Tenaga Medis ke Wamena

"Akibat kejadian tersebut, sebanyak 150 kios terbakar," ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).

Kamal memaparkan, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIT.

Awalnya, sekelompok pemuda sedang melakukan pesta minuman keras di Pasar Mabilabol, Distrik Oksibil.

Mereka yang dalam kondisi mabuk, kemudian melakukan perusakan meja dan barang dagangan pinang yang ada di Pasar Mabilabol.

Polisi kemudian mengamankan satu orang yang diduga pelaku perusakan.

Namun, sejumlah pemuda tidak terima saat temannya dibawa oleh polisi. Perusakan dan pembakaran kios kemudian dilakukan para pemuda yang marah tersebut.

 Pengadian dr. Soeko Marsetiyo Berakhir di Tolikara, Tewas Saat Kerusuhan di Kota Wamena

 Warga Ingin Tinggalkan Kota Wamena, Ini Sederet Fakta Kerusuhan Wamena

 Pola Perusuh Setelah Demo Mahasiswa di DPR Dinilai Mirip Kerusuhan 22 Mei, Polisi Lakukan Pendalaman

Distrik Oksibil merupakan ibu kota dari Kabupaten Pegunungan Bintang. Di Oksibil terdapat ratusan aparat TNI dan Polri.

Sebelum di Pegunungan Bintang, kerusuhan di Provinsi Papua sudah terjadi di Kota Jayapura pada 29 Agustus dan Kabupaten Jayawijaya pada 23 September 2019.

Dalam aksi-aksi tersebut, massa melakukan perusakan dan pembakaran bangunan dan kendaraan bermotor. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved