Mega Proyek Bangun Jalan Lingkar Telan Rp 600 Miliar, Pemkot Bontang Wacanakan Utang ke SMI
Dokumen perencanaan mega proyek jembatan Jalan Lingkar penghubung Kelurahan Loktuan dengan Tanjung Limau (Kelurahan Gunung Elai) rampung.
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG -- Mega Proyek Bangun Jalan Lingkar Telan Rp 600 Miliar, Pemkot Bontang Wacanakan Utang ke SMI
Dokumen perencanaan mega proyek jembatan Jalan Lingkar penghubung Kelurahan Loktuan dengan Tanjung Limau (Kelurahan Gunung Elai) rampung.
Pemkot Bontang kembali menggulirkan rencana pembangunan proyek senilai Rp 600 miliar ini tahun depan.
• Polres Bontang Sudah Rilis 1.900 Smart SIM, Petugas Ungkap Kelemahan Simpan Saldo di Smart SIM
• Sempat Tertunda, Pimpinan DPRD Bontang Bakal Dilantik Jumat Pekan Ini
• Pernah Sukses Via Jalur Perseorangan, Neni Moernaeni Pastikan Maju PIlkada Bontang Lewat Parpol
• Maju di Pilkada Bontang, Adi Darma Diwakili Timnya Ambil Formulir di Gerindra, Daftar di 3 Partai
Proyek yang telah diwacanakan 10 tahun lalu ini tak kunjung terealisasi akibat nilai proyek berjumlah fantastis.
Namun, Pemkot mewacanakan kembali pembangunan mega proyek ini dengan skema pembiayaan dari pemerintah pusat dengan masa konstruksi selama 2 tahun.
"Kalau dari kami sudah selesai Detail Engineering Design (DED)nya," ujar Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), Bina Antariansyah kepada Tribunkaltim.co saat dikonfirmasi, Kamis (3/10/2019).
Bina mengatakan, saat ini dokumen perencanaan tengah diserahkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untum dievaluasi.
Dijelaskan, di dalam perencanaan skema pekerjaan bakal dilakukan dengan Multi Years Contract (MYC). Namun, pembayaran dilakukan secara bertahap.
Salah satu alternatif pembiayaan bakal meminjam ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Kementerian Keuangan.
"Salah satu alternatifnya ke SMI," ujar Bina.
Lebih lanjut, jalan lingkar bakal dibangun layaknya jalan tol laut. Konstruksi bangunan bakal dibangun dengan tiang-tiang penyangga dilengkapi dengan jembatan agar tak menggangu lalu lintas kapal nelayan.
"Tidak menggangu ekosistem karena dibangun dengan tiang pancang tak ada reklamasi," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang), Amiruddin Syam menambahkan rencana pembangunan dalam masa kajian.
Pihaknya perlu mempertimbangkan agenda prioritas pemerintah ke depan. Dirinya menilai mega proyek tersebut harus melalui pertimbangan matang.
• Ratusan Supir Truk Blokade Balaikota Bontang, Tuntut PT EUP Berdayakan Supir Lokal
• Pilkada Bontang, Adi Darma-Basri Rase Jadwalkan Deklarasi, Basri: Banyak Kesamaan & Berbagi Peran
• Neni Moerniaeni Melamar ke Nasdem, Masih Berharap Berpasangan dengan Basri Rase di Pilkada Bontang
• Update Terbaru Orang Utan Besar Melintas di Jalan Bontang, Ini Temuan Fakta Baru Balai TNK
"Masih dalam kajian kami, karena kita harus mempertimbangkan kegiatan menurut skala prioritasnya," ujar Amiruddin saat dikonfirmasi.
Untuk informasi, rencana pembangunam jalan lingkar mulai digulirkan pemerintah sejak lama.
Agenda ini masuk dalam visi dan misi pasangan Neni Moerniaeni - Basri Rase tetapi urung terlaksana hingga sekarang.
(Tribunkaltim.co/Ichwal Setiawan)