Update Terbaru Orang Utan Besar Melintas di Jalan Bontang, Ini Temuan Fakta Baru Balai TNK
Balai Taman Nasional Kutai atau TNK Bontang menemukan sederet fakta baru kemunculan Orang Utan dan melintas di jalanan Bontang
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Kehadiran Orang Utan di jalan Ir Soekarno-Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan yang sempat terekam video oleh pengendara ditindaklanjuti Balai Taman Nasional Kutai atau TNK Bontang.
Tim dari TNK menelusuri lokasi penampakan Orang Utan tersebut, Senin (30/9/2019).
Lokasi kemunculan Orang Utan ini berjarak sekitar 1 kilometer dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang Lestari.
• Orang Utan Berukuran Besar Melintas di Jalan Menuju Kantor Wali Kota Bontang, Ini yang Terjadi
• Lepas Dua Orang Utan di Kecamatan Kelay Berau, BKSDA Kaltim Bakal Terus Pantau
• Orang Utan Ditemukan Dalam Kondisi Terluka Parah, 74 Peluru Bersarang di Tubuhnya
Satwa ini bersarang di sekitar pepohonan Gaharu milik warga.
Namun, untuk memenuhi kebutuhan makanan ia menyebrang jalan ke perkebunan warga.
“Jadi dia tinggal di sebelah kanan ( pepohonan Gaharu) kalau mau cari makan dia nyebrang ke sebelah (perkebunan warga),” ujar Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Balai TNK Dedi Setiawan kepada tribunkaltim.co, Senin (30/9/2019).
Hasil kunjungan ke lapangan, tim mendapati jejak sang Orang Utan berupa sarang dan sisa-sisa buah nangka yang telah dimakan sebagian.
Penemuan sarang Orang Utan berada di sekitar Hutan Meranggas tak jauh dari pepohonan gaharu milik warga.
“Ada sarang kita dapati di situ, nanti kalau di kepanasan berteduh di pepohonan gaharu yang rimbun,” ujarnya.
Beberapa buah nangka milik warga juga terlihat tergolek di tanah usai dimakan oleh satwa dilindungi ini.
Selama ini, perkebunan milik warga diduga menjadi sumber makanan untuk sang Orang Utan.
“Ini juga berpotensi menimbulkan konflik dengan manusia,” kata dia.
Kendati demikian, selama ini warga setempat mengaku belum pernah diganggu oleh Orang Utan.
Tetapi, kehadiran individu Orang Utan di lokasi ini cukup merisaukan.
Sebab, ia hanya tinggal sendiri di lokasi tersebut.
Menurutnya, sang Orang Utan bisa dievakuasi ke lokasi lain agar bertemu dengan pasangan sejenis.
“Kita minta agar kalau ada kemunculan orang utan lagi, tolong dikabari petugas.
Tapi dipastikan lokasinya, mungkin warga bisa mengikuti jejaknya sampai petugas datang.
Bisa juga sampai Orang Utan itu membuat sarang,” katanya. (*)