PKK Kabupaten Kutai Timur

Jelang Rakornas 2020, PKK Kutim Gelar Rapat Konsultasi

Pemerintah daerah dengan program desa mandiri terpadu, berkaitan dengan masalah kesehatan yakni masih adanya penduduk yang stunting.

Jelang Rakornas 2020, PKK Kutim Gelar Rapat Konsultasi
Margaret Sarita
Foto bersama jajaran TP PKK Kutai Timur 

TRIBUNKALTIM.CO - Mewakili Bupati Kutai Timur (Kutim) Ir H Ismunandar MT,  Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Drs H Irawansyah  M Si, membuka secara resmi rapat konsultasi (Rakon) PKK Kabupaten Kutai Timur tahun 2019, yang digelar di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (1/10/2019).

Mengusung tema konsolidasi gerakan PKK menyongsong Rakernas 2020, kegiatan yang dihadiri TP PKK Kecamatan se Kabupaten Kutim ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan hari kesatuan gerak (HKG) PKK ke 47 tingkat Kabupaten Kutim.

PKK hadir, untuk menyejahterakan masyarakat dangan 10 program pokok PKK dan kelompok dasa wismanya.

"Dari situlah kita ingin mengetahui apakah masyarakat kita sudah sejahtera atau belum. Jika belum, tentu kita ambil langkah-langkah atau tindakan, apakah ada yang belum sejahtera atau masih ada penduduknya yang miskin, terkebelakang pendidikannya atau mungkin sulit mendapatkan pelayanan kesehatan dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Melalui kelompok dasa wisma itu lah data-data itu diperoleh," Kata Irawansyah.

Satu Kepala Kepala Daerah Masuk Bursa Calon Menteri Jokowi, Ridwan Kamil atau Ganjar Pranowo?

Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo Terima Dua Orangutan Kalimantan dari BKSDA Sulawesi Utara

Deretan Pengusaha yang Mengemuka jadi Calon Menteri Jokowi, dari Pengusaha Media Sampai Sepatu

Pemerintah daerah dengan program desa mandiri terpadu, berkaitan dengan masalah kesehatan yakni masih adanya penduduk yang stunting. Bahkan penduduk yang stunting bukan yang berada di tempat jauh, melainkan yang berada di kota-kota seperti di Sangatta Utara, Bengalon.

"Kesehatan,  harus menjadi perhatian kita bersama dan bahkan ini menjadi perhatian secara nasional. Alhamdulillah PKK Kabupaten Kutim sudah melakukan itu dan harus ada kordinasi yang intens dengan Dinas Kesehatan, bagaimana cara mengatasi stunting. Apa yang dibutuhkan dan seterusnya, ini yang penting," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kutim Hj Tirah Satriani SE MM menyampaikan permohonan maaf atas tidak dapat hadirnya Ketua TP PKK Kabupaten Kutim Hj Encek UR Firgasih SH MAP, karena masih mengikuti orientasi anggota DPRD di Kota Balikpapan.

Tirah juga meminta beberapa perwakilan kader PKK kecamatan yang hadir untuk menjawab  pertanyaan. Di antaranya 10 program pokok PKK dan Dasa Wisma.

Yakni, penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

"Pertanyaan ini diberikan karena menyangkut  dengan tema kegiatan, yaitu konsolidasi gerakan PKK  menyongsong Rakernas 2020. Termasuk tentang 10 program PKK. Karena merupakan program-program yang dijalankan oleh PKK, termasuk juga pentingnya dasa wisma," kata Tirah.(sar)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved