Jumat, 17 April 2026

9 Oktober 2019 Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi di 2 Daerah, Ini Jadwal Lengkapnya

Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia yang telah dimulai sejak bulan September masih berlanjut hingga Oktober ini.

Freepik.com
9 Oktober 2019 Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi di Daerah Berikut, Ini Jadwal Lengkapnya 

TRIBUNKALTIM.CO - Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia yang telah dimulai sejak bulan September masih berlanjut hingga Oktober ini.

Beberapa ibu kota provinsi yang sudah mendapatkannya di bulan ini termasuk Palembang (1 Oktober 2019), Banjarmasin (2 Oktober 2019), Bengkulu, Ambon dan Kendari (3 Oktober 2019), Makassar (6 Oktober 2019) dan Bandar Lampung (7 Oktober 2019).

Besok, yakni pada tanggal 9 Oktober 2019), kulminasi utama Hari Tanpa Bayang akan terjadi di Jakarta Pusat pada pukul 11.40.05 WIB dan Serang pada pukul 11.42.47 WIB.

Fenomena Alam Unik, Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Kota Ini di Pulau Jawa, Terjadi di Bulan Ini

Fenomena Langka, Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Beberapa Wilayalah Indonesia, Catat Tanggalnya

Satu Kota di Pulau Jawa Ini Akan Terjadi Fenomena Alam Unik Hari Tanpa Bayangan, Catat Tanggalnya

Hari Tanpa Bayangan akan Dirasakan Wilayah Indonesia, Perhatikan Waktunya

Jadwal untuk waktu kulminasi Hari Tanpa Bayangan utama di ibu kota provinsi berikutnya adalah:

Bandung pada 11 Oktober 2019 pukul 11.36.27 WIB

Semarang pada 11 Oktober 2019 pukul 11.25.06 WIB

Surabaya pada 12 Oktober 2019 pukul 11.15.46 WIB

Yogyakarta pada 13 Oktober 2019 pukul 11.24.53 WIB

Denpasar pada 16 Oktober 2019 pukul 12.04.49 WITA

Mataram pada 16 Oktober 2019 pukul 12.01.16 WITA

Kupang pada 20 Oktober 2019 pukul 11.30.34 WITA

Untuk kulminasi utama di kota-kota lainnya, Anda dapat melihat pada link BMKG ini.

Hari Tanpa Bayangan

Astronom amatir, Marufin Sudibyo, menjelaskan kepada Kompas.com bahwa hari tanpa bayangan adalah suatu hari bagi suatu tempat tertentu di mana obyek yang berdiri tegak akan kehilangan bayang-bayangnya manakala Matahari mencapai titik kulminasi atas (istiwa') atau dalam kondisi transit.

Dilansir dari siaran pers BMKG, fenomena ini terjadi karena bidang ekuator atau rotasi Bumi tidak tempat berimpit dengan bidang ekliptika atau revolusi Bumi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved