Ibu Kota Baru

Dibangun di Atas Teluk Sepanjang 1,7 Km, Jembatan Pulau Balang Akses 2 Kota ke IKN Rampung 2020

Jembatan Pulau Balang II ini nantinya akan memperlancar konektivitas antara Samarinda, Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru

Dibangun di Atas Teluk Sepanjang 1,7 Km, Jembatan Pulau Balang Akses 2 Kota ke IKN Rampung 2020
Kolase twitter @KemenPU
Kehadiran Jembatan Pulau Balang II ini nantinya akan memperlancar konektivitas antara Samarinda, Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Kontroversi

Pembangunan Jembatan Pulau Balang juga tak lepas dari kontroversi.

Berikut sejumlah kontroversi yang mewarnai pembangunan Jembatan Pulang Balang yang sudah dirangkum TribunKaltim.co dari wikipedia dan sumber lainnya.

- Pembangunan Jembatan Pulau Balang dinilai kurang efisien.

- Jembatan yang dibangun Pemprov Kaltim itu dinilai akan mengancam kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) sekaligus memutus rantai ekosistem.

- Dari segi ekonomi, proyek ini merupakan pemborosan anggaran karena jalan yang akan dibangun sebagai akses menuju jembatan terlalu panjang, yakni 100 km.

Sementara itu, pihak pemerhati lingkungan melalui media mengatakan, dampak lingkungan yang akan ditimbulkan melalui pembangunan Jembatan Pulau Balang antara lain:

- terbukanya habitat buaya Sapit di Hutan Rawa Sungai Tempadung untuk di eksploitasi

- penurunan populasi Lutung Dahi Putih dan Bekantan

- terputusnya jalur menyebrang bagi mamalia melalui sungai

Halaman
1234
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved