Bupati Abdul Gafur Masud Minta DPRD PPU Tak Pragmatis dan Transparan Dalam Bahas Anggaran
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud menghadiri langsung pelantikan Pimpinan DPRD PPU periode 2019-2024
Penulis: Aris Joni | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud menghadiri langsung pelantikan Pimpinan DPRD PPU periode 2019-2024.
Pelantikan berlangsung di gedung paripurna DPRD PPU pada Rabu, (9/10/2019).
Pelantikan tersebut dilakukan sesuai Surat Keputusan Gubernur Kaltim Isran Noor.
• Molor 1,5 Jam, dan Mati Lampu Warnai Pelantikan Jhon Kenedy Pimpinan DPRD PPU
• Polemik Internal Partai Demokrat Penajam Paser Utara, Akhirnya Jhon Kenedy jadi Ketua DPRD PPU
• Empat PAC Partai Demokrat di Penajam Paser Utara Kompak Tolak Jhon Kenedi Sebagai Ketua DPRD PPU
Ditandai dengan penyerahan palu pimpinan dari Ketua DPRD sementara Syarifuddin HR kepada Ketua DPRD PPU Jhon Kenedy, dari Partai Demokrat.
Didampingi Wakil Ketua I Rauf Muin dari Gerindra dan Wakil Ketua II Hartono Basuki dari PDI-P.
Saat membacakan sambutan Gubernur Kaltim, Bupati PPU Abdul Gafur Masud mengatakan, rakyat telah memilih dan memberikan kepercayaan untuk menjadi wakilnya guna mengemban tugas.
Seperti menjaga kedaulatan bangsa dan kedaulatan politik, serta merealisasikan kemandirian ekonomi dengan selalu memperhatikan budaya, adat istiadat dan kearifan lokal untuk menunjukkan kepribadian sebagai bangsa yang bermartabat.
Bahkan ucap dia, DPRD PPU berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.
Hubungan antara Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang setara dan bersifat kemitraan.
"Maknanya, kedua lembaga ini sama dan sejajar," ujar pria yang akrab disapa AGM.
Ia melanjutkan, Pemerintahan Kabupaten PPU dan DPRD PPU yang berada pada posisi sejajar sebagai mitra kerja dan bersinergi harus melindungi masyarakat dan kepentingan pihak yang telah memilih para anggota DPRD PPU sebagai wakilnya.
"Jangan pernah ragu untuk bertanya kepada rakyat baik melalui jaring aspirasi masyarakat maupun pada saat masa reses," tuturnya.
Abdul Gafur Masud juga menegaskan, sudah tidak zamannya lagi proses penyusunan anggaran dilakukan secara tertutup.
Tidak partisipatif dan pragmatis.
Dirinya meyakini bahwa anggota DPRD saat ini merupakan orang-orang yang terpilih dan terbaik.