Jika Gerindra Masuk Kabinet, Fadli Zon akan Ambil Sikap Ini Kepada Pemerintah

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon angkat suara soal teka-teki arah sikapnya dalam pemerintahan presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin

Jika Gerindra Masuk Kabinet, Fadli Zon akan Ambil Sikap Ini Kepada Pemerintah
Capture live streaming TVOne
Fadli Zon hadir dalam Indonesia Lawyer Club (ILC) TVOne yang tayang, Selasa (20/8/2019) malam 

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon angkat suara soal teka-teki arah sikapnya dalam pemerintahan presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, lima tahun ke depan. Apakah bersikap oposisi atau memilih ikut bergabung pemerintah.

Curhatan Fadli tersebut diungkapkan saat ditanya moderator rumor partai Gerindra akan bergabung ke pemerintahan dalam peluncuran buku di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Secara pribadi, Fadli mengungkapkan, ia masih sangat ingin beroposisi. Namun mantan Wakil Ketua DPR RI itu mengaku tidak bisa mengambil keputusan partai sendiri.

Kathrine Grace, Istri Fadli Zon Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Cerdas dan Punya Jabatan Tinggi

Kemana Fadli Zon Setelah Posisinya Digeser dan tak Lagi jadi Wakil Ketua DPR RI?

Profil 5 Pimpinan DPR Periode 2019-2024, Sosok Ini Diminta Prabowo Gantikan Fadli Zon

Sufmi Dasco Lulusan SMP Negeri di Jakarta Ini jadi Pimpinan DPR Gantikan Fadli Zon, Simak Profilnya

"Kalau saya yang ditanya saya maunya jadi oposisi, tapi kan saya tidak bisa mengambil keputusan sendirian. Bukan saya yang mengambil keputusan," kata Fadli.

Fadli juga menyatakan, seandainya partai Gerindra masuk kabinet Jokowi, ia tidak akan menghilangkan kebiasannya untuk mengkritik pemerintah.

Ia menyebut, lembaga legislatif memang memiliki tugas untuk mengawasi peran eksekutif.

"Kalau yang namanya di legislatif di parlemen, mau di dalam koalisi ataupun berada di oposisi, harusnya tetap mengkritik. Karena itu kewajiban yang diperintahkan konstitusi dan juga UU untuk menjalankan fungsi pengawasan," ungkapnya.

Fungsi pengawasan DPR, kata dia, salah satunya tidak hanya sekadar menjadi tukang stempel pemerintah. Dia tak mau kekuasaan yang ada menjadi kekuasaan yang oligarki.

"Bukan hanya sekadar jadi tukang stempel. Bahayanya sekarang begini, kalau eksekutif dan legislatif di dalam satu bangunan yang sama, itu akan terjadi oligarki. Tidak akan ada lagi fungsi kritik dan pengawasan," ungkapnya.

Dia memahami, tindakan tersebut memang bukan perkara mudah. Namun, menurut Fadli, ingin mengkritik atau tidaknya ialah perkara masing-masing anggota DPR RI yang dipilih masyarakat.

"Ini tergantung orangnya. Masalahnya rakyat salah memilih (orang) duduk disana. Kalau semakin banyak orang yang mempunyai daya kritik, semakin banyak orang baik yang masuk kesana, semakin baik wajah parlemen sana," tutupnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fadli Zon: Kalau Ditanya, Saya Maunya Oposisi, Tapi . . ., https://www.tribunnews.com/nasional/2019/10/09/fadli-zon-kalau-ditanya-saya-maunya-oposisi-tapi.

 

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved