Menkopolhukam Wiranto Ditusuk

Pakar Psikologi Ungkap Pelaku dan Penolong Wiranto Punya Emosi Serupa saat Kejadian Berlangsung

Peristiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto

Instagram @poppyamalya
Pakar Psikologi Ungkap Pelaku dan Penolong Wiranto Punya Emosi Serupa saat Kejadian Berlangsung 

TRIBUNKALTIM.CO - Peristiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, pada hari ini Kamis 10 Oktober 2019 jadi berita besar.

Wiranto ditusuk orang tak dikenal saat menghadiri sebuah acara di Pandeglang, Banten.

Wiranto mengalami dua luka tusuk di bagian perut.

Pelaku Penusukan Menkopulhukam Wiranto Diketahui 2 Kali Bercerai

Dalam 3 Bulan Terakhir Pelaku Penusukan Wiranto Putuskan Komunikasi dengan Keluarga

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk, Jokowi Langsung Beri Perintah Ini

Tanggapi Penusukan Wiranto, Komisioner Kompolnas Sampaikan 7 Poin Buat Polri

Setelah mengalami penusukan di bagian perutnya, Wiranto lantas dibawa ke RSUD Berkah, Pandeglang, Banten dan segera dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Pelaku penusukan diketahui merupakan pasangan suami istri berinisial SA dan FA.

Foto dan video saat kejadian tak terduga ini terjadi banyak bertebaran di media sosial.

Beberapa tokoh dan publik figure banyak yang langsung berkomentar atas peristiwa ini.

Salah satunya adalah psikolog dan pakar mikro ekpresi Poppy Amalya.

Melalui akun Instagram, Poppy Amalya menjelaskan analisanya atas ekpresi wajah pelaku saat menusuk Wiranto.

Menurut Poppy, pelaku penusukan memiliki emosi marah serta jijik saat menusuk perut Wiranto.

Hal ini ditandai dengan alis yang menukik tajam dan mulutnya yang sedikit naik ke arah hidung.

Dari genggaman tangannya pada senjata yang dipakai, pelaku juga menunjukkan rasa kemarahan yang memuncak dan terpendam.

"Pria yang menusuk pak Wiranto,

(memakai baju warna hitam) perhatikan ekspresi wajah pelaku: alis menukik tajam, mulut agak sedikit di naikkan ke arah hidung: indikasi adanya kemarahan dan jijik.

Perhatikan genggaman tangannya terhadap belati yg begitu erat, indikasi kemarahan memuncak, dan terpendam," jelas Poppy.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved