Berbeda dari Gerindra, PKS tak Tergoda Masuk Pemerintahan ' Lebih Leluasa, Terhormat, Bermartabat'

Wacana bergabungnya Partai Gerindra dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin menuai pro kontra

Berbeda dari Gerindra, PKS tak Tergoda Masuk Pemerintahan ' Lebih Leluasa, Terhormat, Bermartabat'
Youtube
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini 

TRIBUNKALTIM.CO - Wacana bergabungnya Partai Gerindra dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin menuai pro kontra.

Sebelum pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat (11/10/2019) kemarin, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengakui ada tawaran untuk masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Berbeda dengan Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mantap bersikap tidak tergoda masuk pemerintahan.

Jelang Pelantikan, SBY dan Prabowo Bertemu Presiden Joko Widodo, Sohibul Iman Doakan Partai Gerindra

PKB tak Keberatan ada Gerindra dan Demokrat dalam Koalisi Jokowi, Asalkan . . .

PKS Mengaku Sudah Dilobi Golkar dan Gerindra untuk Kursi Ketua MPR, Siapa Pilihannya?

Sikap Politik Gerindra Diumumkan Sebelum Pelantikan Jokowi, Ini Alasan Prabowo Pilih Tanggal 17

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan, PKS lebih mantap dan objektif dalam memberikan perspektif dan alternatif solusi terhadap permasalahan bangsa jika tetap berada di luar pemerintahan.

"PKS akan lebih leluasa, terhormat, bermartabat, dan objektif dalam menawarkan perspektif dan alternatif solusi kebangsaan jika tetap berada di luar pemerintahan. Karena itu, insyaAllah PKS komitmen tetap berada di luar pemerintahan," ujar Jazuli kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Meski demikian, Jazuli menjelaskan, komunikasi atau silaturahim antar elit politik tidak lantas harus dimaknai atau dilihat sebagai bagi-bagi kekuasaan.

Sehingga pimpinan negara dan elit politik diharapkan bicara solusi-solusi dan optimisme di hadapan rakyat yang menyaksikan pertemuan tersebut.

Jazuli mengatakan, PKS ingin memberi contoh budaya politik yang sehat.

Menurutnya, PKS tidak ingin masuk kabinet karena ingin menghormati partai-partai yang berkeringat memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"PKS ingin memaksimalkan peran parlemen dalam hal check and balances sesuai konstitusi. Lagipula, kami merasa tetap di Pemerintahan Republik Indonesia karena PKS punya kader-kader terbaik yang menjadi gubernur dan bupati/walikota. Di situ PKS hadir dan meberikan cinta dan pengabdian untuk Indonesia," kata Jazuli.

Halaman
12
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved