Menantu Hendropriyono Jabat KSAD, Menantu Luhut Pandjaitan juga tak Kalah Punya Jabatan Mentereng

Menantu Hendropriyono jabat KSAD, Menantu Luhut Pandjaitan juga tak kalah punya Jabatan mentereng

Kolase/Tribunnews/HO
Menantu Hendropriyono jabat KSAD, Menantu Luhut Pandjaitan juga tak Kalah Punya Jabatan Mentereng 

TRIBUNKALTIM.CO - Menantu Hendropriyono jabat KSAD, Menantu Luhut Pandjaitan juga tak kalah punya Jabatan mentereng

Nama KSAD, Andhika Perkasa belakangan menjadi sorotan terkait keputusannya mencopot Dandim Kendari, Andhika Perkasa diketahui sebagai menantu AM Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) pertama.

Selain Andhika Perkasa, ada satu lagi menantu tokoh terkenal yang juga menduduki jabatan penting di TNI, yakni Maruli Simanjuntak yang juga menantu Luhut Pandjaitan.

Luhut Binsar Pandjaitan ingin Kasus Penyerangan Wiranto jangan Dibesar-besarkan

Kondisi Terkini Wiranto, Dijenguk Luhut Binsar Pandjaitan, Bisa Berdiri, Pulih Beberapa Hari Lagi

KISAH Luhut Panjaitan yang Hari Ini Berusia 72 Tahun, Kartu Mati di Era Orba hingga Tuah Gus Dur

Untuk Memata-Matai Wiranto dan Luhut Panjaitan, Kivlan Zen Beri Uang Rp 25 Juta Kepada Tanjudin

Maruli Simanjutak menggantikan Mayjen TNI (Mar) Suhartono yang dirotasi menjadi Komandan Korps Marinir.
Inilah fakta singkat sosok Brigjen TNI Maruli Simanjuntak.

1. Menjadi Danpaspampres

Komandan Paspamres yang sebelumnya dijabat oleh Mayjen (Mar) Suhartono.

Lalu akan digantikan Brigjen TNI Maruli yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro.

Suhartono bakal menduduki posisi baru sebagai Komandan Korps Marinir, menggantikan Mayjen (Mar) Bambang Suswantono yang digeser menjadi Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) KSAL.

2. Menantu Luhut Panjaitan

Maruli memiliki istri bernama Paulina Pandjaitan.

Paulina merupakan anak dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia , Jenderal TNI HOR (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Luhut memiliki empat anak, Paulina adalah anak sulungnya.

Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Jend TNI Purn Luhut Panjaitan menghadiri forum Asosiasi Pemerinatah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Sudirman Center, Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Luhut Pandjaitan (TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN)

3. Pernah menjabat sebagai Danrem Solo

Brigjen Maruli dalam karirnya adalah almamater Akademi Militer angkatan 1992.

Pernah bertugas juga sebagai Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Surakarta (Korem Solo).

Sebagai Danrem, ia berdinas mulai 5 Februari 2016 hingga 25 April 2017.

Berikut ini adalah riwayat karirnya.

Pada 2002 sebagai Komandan Denpur Cakra, Pabandya Ops Mako Kopassus (2005), Danyon 21 Grup 2 Kopassus (2008).

Komandan Sekolah Komando Pusdik Passus (2009), Wakil Komandan Grup 1 Kopassus (2010), Komandan Grup 2 Kopassus (2013).

Lalu Asops Danjen Kopassus (2014), Komandan Grup A Paspampres (2014-2016), Danrem 074/Warastratama (2016-2017), Wakil Komandan Paspampres (2017), Kasdam IV/Diponegoro mulai 22 Oktober 2018.

4. Paspampres bagi seorang Maruli

Saat menjabat sebagai Wadanpaspampres 2017 lalu, Maruli pernah mengatakan bahwa seorang anggota Paspampres sangat penting memiliki keahlian menembak.

"Penting karena tugas kita adalah melindungi presiden dan memang harus mempunyai kemampuan-kemampuan di luar umum," katanya saat itu.

Menurut Maruli, ketika orang biasa hanya bisa menembak langsung, seorang anggota Paspampres harus bisa memiliki kemampuan yang lebih.

Yakni dengan cara menembak di atas motor dengan tertutup helm, atau menembak di atas mobil yang bergerak.

Maruli mengatakan, Paspampres memiliki standardisasi skor yang tinggi untuk kemampuan menembak.

Setiap tembakan anggota Paspampres mesti dipastikan keakuratannya menjangkau sasaran.

"Kita standardisasinya sama dengan TNI. Jarak antara senjata dan target yang mencapai 25 meter, minimal harus mendapatkan nilai 80," kata Maruli.

Maruli menyampaikan, keahlian menembak menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat di Paspampres.

Keahlian menembak yang baik akan sejalan dengan kelancaran kenaikan pangkat.

Tentu juga dibutuhkan keahlian dan kecakapan mentalnya.
Serah terima jabatan.

Maruli Simanjuntak saat menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres pada 2017. Masih berpangkat kolonel.
Maruli Simanjuntak saat menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres pada 2017. Masih berpangkat kolonel. ((KOMPAS/SUHARTONO))

Tak Asing dengan Dunia Paspampres

Kepala Staf Komando Daerah Militer IV/ Diponegoro Brigjen TNI Maruli Simanjuntak mendapat promosi jabatan menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.

Maruli menggantikan Mayjen TNI (Mar) Suhartono yang dirotasi menjadi Komandan Korps Marinir.

Rotasi ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1240/XI/2018 yang ditandatangani Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (29/11/2018).

Dunia Paspampres tak asing bagi lulusan Akademi Militer 1992 ini.

Maruli pernah menjabat sebagai Komandan Grup A Paspampres dari 2014-2016.

Grup A merupakan grup yang melekat langsung dalam mengamankan Presiden.

Dari Komandan Grup A Paspampres, Maruli promosi jabatan dan mengemban amanat sebagai Komandan Korem 074/Warastratama (Solo).

Pada April 2017, Maruli kembali bergabung dalam korps Paspampres dan menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres.

Pada Oktober 2018, Maruli kembali dirotasi menjadi Kasdam IV/Diponegoro.

Baru satu bulan mengemban jabatan tersebut, kini Maruli kembali mendapatkan promosi sebagai Komandan Paspampres.

Jelang Pelantikan Presiden Jokowi, Kemana Sandiaga Uno Setelah Prabowo Subianto Merapat ke Koalisi?

Prabowo Subianto disebut jadi Calon Menteri Gantikan Wiranto, Susunan Kabinet Jokowi 2019 Bocor

Tak hanya Soal Wiranto Ditusuk, Cuitan Hanum Rais Tahun Lalu Juga Buat Prihatin Sampai Dilapor PDGI

Jabatan baru itu membuat pangkat di pundak Maruli naik menjadi dua bintang atau mayor jenderal (mayjen).

Maruli yang merupakan menantu dari Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ini sebelumnya juga berpengalaman dalam Infanteri Kopassus dan Detasemen Tempur Cakra.

Maruli Simanjuntak Sebut Pengamanan kepada Jokowi tak Ditambah meski ada Insiden Penusukan Wiranto

 Pengamanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dilakukan penambahan, meski terdapat insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto saat kunjungan kerja di Pandeglang, Banten.

Komandan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayor Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, pengamanan Presiden sudah dilakukan dengan standar menghadapi risiko tinggi, sehingga saat ini belum dilakukan penambahan personil.

"Tak perlu (penambahan), kami kan standar sudah high risk. Kalau kami enggak tahu kondisinya gimana, harusnya bisa diantisipasi," kata Maruli kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Anak Buah SBY Ini Siap jadi Sopir Presiden Joko Widodo, Lihat Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia Kaltim

Sulli Meninggal Dunia, Sempat Main di Drama Korea Hotel del Luna Bareng IU, Ini Fakta Kematiannya

Jarang Disorot, Inilah Yuri Kemal Putra Yusril Ihza Mahendra yang Mengemuka jadi Menteri Jokowi

Dua Tokoh Adat Dayak Kalimantan Utara Tolak Radikalisme dan Dukung Pelantikan Presiden Joko Widodo

Menurutnya, Paspampres yang saat ini bertugas sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam melakukan pengawalan Presiden.

Bahkan, Paspampres sudah melakukan pemetaan ketika Presiden menyapa masyarakat saat di Jakarta maupun daerah.

"Kami sudah hitung semua ada SOP-nya. Ya kalau kami saat dropping (datang) harusnya sudah clear, kami sudah siaga," papar Maruli.

(*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved