Dishub Samarinda Curhat ke Komisi III DPRD Terkait Pengadaan Lampu dan Penerangan Jalan

DPRD Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang diketuai Angkasa Jaya ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Kalimantan Timur atau kaltim.

Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/Faris Dzulfiqar
Dilaksanakan kunjungan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang diketuai Angkasa Jaya ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Kalimantan Timur atau kaltim pada Kamis (17/10/19). 

Terkelupasnya aspal landasan pacu Bandara APT Pranoto Samarinda, dengan ukuran 40X100 centimeter berdampak luas.

9 penerbangan dari dan menuju Samarinda tertunda dan dialihkan. Salah satu 'korban' terdampak adalah rombongan Komisi III DPRD Samarinda.

Bukan Satu, Taxiway Bandara APT Pranoto Rusak di Beberapa Titik, Dilaporkan Pilot Garuda Indonesia

24 Penerbangan di Bandara APT Pranoto Dialihkan ke Balikpapan, Borneo FC Kena Imbas Taxiway Rusak

Rombongan berisi belasan orang yang baru pulang kunjungan kerja Pansus Raperda Tapal Batas di Bali, terpaksa mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Sabtu (21/6/2019) petang.

Diceritakan salah satu peserta rombongan, anggota Komisi III DPRD Samarinda, Joha Fajal, pengumuman dialihkan pendaratan dari Samarinda ke Balikapapan itu ia terima dari awak kabin di pertengahan jalan.

Setelah mendarat di Bandara SAMS Sepinggan, ia dan penumpang lainnya harus menunggu di dalam pesawat 2 jam menunggu kepastian apakah turun di Kota minyak Balikpapan atau tetap bisa melanjutkan perjalan ke Samarinda.

"Informasi waktu itu simpang siur, apakah turun di Balikpapan atau bisa ke Samarinda," kata Joha dihubungi Sabtu (22/6/2019) malam di Balikpapan.

Hingga akhirnya, maskapai memutuskan penumpang diturunkan di Balikpapan dan harus menunggu sejam untuk ambil bagasi.

Yang membuat politisi Nasdem ini tambah kecewa.

Selain turun di kota yang berjarak 107 kilometer dari Samarinda dan harus naik travel lagi pulang ke Kota Tepian, waktunya habis terbuang.

"Jadwal pesawat jam 5 sudah mendarat, menunggu 2 jam, tambah sejam bagasi.

Akhirnya ini jam 9 malam saya masih di Balikapapan mau jalan pulang," katanya.

Walaupun baru sekali mengalami kejadian seperti ini, dalam catatan.

Sudah beberapa kali pendaratan di Samarinda dialihkan ke Balikapapan karena cuaca.

Untungnya, saat arus mudik lalu, pengelola Bandara APT Pranoto sudah melengkapi instrumen lampu pendaratan saat cuaca buruk.

"Kami harap, kapasitas dan fasilitas bandara diperhatikan betul karena ini sudah beberapa kali kejadian," tandasnya.

Informasi yang diperoleh dari Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi.

Lubang itu sudah ditambal malam ini juga, dan keesokan harinya sudah bisa dilalui pesawat.

(Tribunkaltim.co)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved