Ini Sosok Penari Hudoq yang Berhasil Mencuri Perhatian Pengunjung, Ini Keunikannya
Ini Sosok Penari Hudoq yang Berhasil Mencuri Perhatian Pengunjung, Ini Keunikannya
Penulis: Febriawan | Editor: Mathias Masan Ola
Untuk menyaksikan penyerahan sertifikat rekor Muri.
Menari Hudoq Selama 24 Jam
Sebelumnya, hingga pukul 09.00 Wita pagi ini Jumat (25/10/2019),
masyarakat Mahakam Ulu atau Mahulu masih terlihat antusias mengikuti tarian hudoq.
Gelaran acara ini di lapangan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur.
Masyarakat terus menari hudoq tanpa henti secara bergantian dari pukul 20.00 Wita Kamis 24/10/2019
malam hingga pukul 20.00 malam ini, Jumat (25/10/2019).
Mereka terlihat sangat antusias, dengan menggunakan pakaian dari rumbai daun pisang puluhan orang
terlihat mengelilingi lapangan Ujoh Bilang Mahulu.
Sembari kepala yang bergeleng geleng ke kiri dan lenggok ke kanan, yang diikuti gerakan
tangan, menari hudoq.
Di mana pada Festival hudoq Cros Border 2019, yang diselenggarakan Pemkab Mahulu Kalimantan Timur
tahun ini, akan kembali memecahkan rekor muri, dengan menari hudoq selama 24 jam.
Yang dimulai sejak pukul 20.00 Wita kamis malam.
Untuk diketahui pada tahun 2018 lalu.
Dievent yang sama, rekor muri telah diraih.
Dengan penari hudoq terbanyak dengan melibatkan dua ribu lebih penari hudoq.
Dijadwalkan tarian hudoq ini akan berakhir pukul 20.00 malam ini, dan pada saat yang sama
juga Mahulu akan mendapatkan penghargaan muri dengan menari hudoq 24 jam tanpa henti.
Selah seorang penari hudoq, Madang (40) dari Kecamatan Long Pahangi mengaku.
Sengaja jauh-jauh datang dari kampungnya di hulu sungai Mahakam
Dan melewati riam, untuk memeriahkah festival hudoq cros border ini.
“ Saya bangga dengan tarian hudoq yang merupakan budaya leluhur kami,” ujarnya.
Menurutnya melalui acara ini, dapat mendorong generasi muda di Mahulu untuk hoby menari hudoq,
sehingga budaya ini terus dilestarikan.
Sebab kata Madang masyarakat yang datang untuk menyaksikan tarian hudoq ini di lapangan khususnya
anak– anak, remaja terdorong untuk turut serta menari.
Dan dari situ lah mereka akan belajar hingga melestarikan budaya tarian hudoq.
“Saya ucapakan terima kasi kepada pemerintah khususnya Pemkab Mahulu yang telah melaksakan kegitan
ini, guna untuk terus melestarikan budaya ini,” tandasnya.
Baca Juga;
• Masyarakat Mahulu Kembali Bakal Pecahkan Rekor MURI Menari Hudoq Selama 24 Jam
• Bupati Sambut Kedatangan Walikota Samarinda, Hadir Menyaksikan Festival Hudoq Cross Border 2019
• Tutup Upacara Hudoq Pekayang di Kampung Lirung Ubing, Bupati: Ini Bisa Jadi Daya Tarik Wisata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/selfi-nih.jpg)