Gaya Hidup
Pengunjung Big Bad Wolf di Balikpapan Boleh Sumbang Buku, Begini Caranya
Untuk mewujudkan misi peningkatan minat baca dan akses buku, Bazar Buku Big Bad Wolf memiliki program CSR bernama Red Readerhood.
Presiden Direktur Big Bad Wolf Indonesia Uli Silalahi Ungkap Misinya Jual Buku Impor Murah
Diskon 20 Persen Khusus Pelajar di Hari Ke-2 Pameran Buku Big Bad Wolf di Balikpapan
Deretan Foto Pameran Buku Big Bad Wolf yang Dibanjiri Ribuan Warga Balikpapan, Ini Keseruannya
Big Bad Wolf Resmi Dibuka di BSCC, Pengunjung Membludak, Keluhkan Antrean tak Rapi
Bazar Buku Terbesar di Dunia Big Bad Wolf di BSCC Dome Dibuka, Pengunjung Datang dengan Preview Pass
Segera Digelar di Balikpapan Kalimantan Timur, Big Bad Wolf Sebut Kami Bawa 20 Kasir
Presiden Direktur Big Bad Wolf Indonesia Uli Silalahi menyebut, Big Bad Wolf di Indonesia telah menjadi percontohan di negara-negara lain.
Hal itu diperkuat dengan hadirnya perwakilan BBW dari tujuh negara di hari pembukaannya di Jakarta lalu.
“Acara ini free. Saya tahu, (di BBW) buku-bukunya (kebanyakan) bahasa Inggris. Baru di BBW dan belum ada di tempat lain. Mudah-mudahan, tempat lain akan membuat seperti (BBW) ini. Tapi, sampai 4 tahun ini, belum ada (bazar buku) yang sebesar ini. Jadi, kalau BBW sampai dilewatkan, sayang sekali. Saya sudah mendatangkan buku dari mana-mana, tapi peminatnya nggak ada, saya kan sedih. Padahal udah dikasih masuk gratis,” ujar Uli.
Uli melanjutkan, “Makanya saya bilang, datang aja deh, lalu baca. Kami kasih fasilitas untuk baca, buka aja plastiknya nggak apa-apa. Tapi asal ditaruh di tempatnya lagi. Saya menjalankan bisnis ini dengan bahagia. Saya sedih, bukan karena bukunya yang nggak laku, tapi pengunjungnya (sedikit). Jadi, kalau pengunjungnya sedikit tapi sales bukunya besar, itu saya juga sedih. Yang paling pas adalah pengunjungnya paling banyak. Itu yang saya semangat,” terang Uli panjang lebar.
Wanita yang juga kerap disapa dengan sebutan Ibu Buku ini berharap, dengan hadirnya Big Bad Wolf di Balikpapan, mampu mendorong anak-anak untuk mencintai buku dan masyarakatnya memiliki pemikiran yang luas.
“Membeli buku (di BBW) itu nomor 3. Nomor 1 adalah datang (ke venue), lalu nomor 2 adalah membaca,” pungkas Uli. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arena-big-bad.jpg)