Ingin Gabung PPU, Warga Desa Maruat Paser Lobi Istri Bupati
ngin Gabung PPU, Warga Desa Maruat Paser Lobi Istri Bupati Mungkin banyak yang belum mengenal Desa Maruat, Kecamatan Long Kali
Musa optimistis Desa Maruat bisa pindah dan bergabung ke PPU. Bahkan Musa menganggap desanya sudah 80 persen akan pindah. Tinggal menunggu kesepakatan dan legalitas dari pemerintah.
Musa menambahkan, tidak hanya tingkatan Pemkab Paser dan PPU, langkah yang dilakukan Tim Pemindahan Desa sudah mencapai tingkat Gubernur dan DPRD Provinsi Kaltim.
"Kita juga tembuskan ke DPRD dan Gubernur Kaltim. Kalau sudah selesai di tingkat Pemkab Paser dan PPU, nanti akan pertemukan lagi oleh DPRD Kaltim," bebernya.
Dikemukakan, ada tiga alasan yang membuat warga Desa Maruat ingin pindah ke PPU.
• Ibu Tega Masukkan Bayi ke Mesin Cuci karena Kesal sang Kekasih Menghilang, Pelaku ART Mantan Wagub
• The Guardian Sebut Jokowi - Maruf Amin Bawa Indonesia Mundur, Semula Dijagokan Seperti Obama
• Dibalik Kisah Viral Layangan Putus, Ternyata Ini Penyebab Banyak Wanita Tertarik Pria Beristri
• Lulusan SMA Hampir Rp6juta, Berikut Daftar Gaji CPNS 2019 Baru, Pendaftaran di sscasn.bkn.go.id
Pertama, masalah administrasi kependudukan yang mengharuskan warga mengurus administrasi Tanah Grogot yang jarak tempuhnya mencapai 3-4 jam dengan kondisi jalan cukup rusak.
Sedangkan jika mengurus ke PPU hanya membutuhkan waktu sekitaran dua jam. Bahkan untuk ke Kecamatan Babulu hanya membutuhkan waktu tidak sampai 1 jam.
"Kita di sini ibaratnya selangkah aja sudah sampai di PPU," ucapnya.
Alasan lainnya, layanan kesehatan juga dirasa sulit karena harus ke rumah sakit di Grogot yang memakan waktu berjam-jam dan berpotensi membahayakan nyawa korban.
"Kalau ada orang sakit masa kita mau bawa ke rumah sakit di Grogot. Jalannya sampai tiga jam. Belum lagi kalau dirujuk di sana, kita harus kembali lagi ke Balikpapan dan butuh perjalanan jauh lagi. Coba kalau di PPU, hanya sekitar 1 jam sudah sampai di RSUD-nya," Musa.
Tak hanya itu, di Desa Maruat tidak memiliki SMA, sehingga saat pendaftaran sekolah jalur zonasi bisa lebih dekat jika bergabung PPU, dibanding harus mengikuti jalur zonasi masuk SMA di Long Kali.
Rencana pemindahan Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser ke PPU ternyata bukan baru ini saja mencuat. Sebelumnya rencana Desa Maruat ingin bergabung ke PPU sudah ada sejak 2014 hingga 2016. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Desa Maruat Saparuddin saat ditemui Tribun Kaltim di Kantor Desa Maruat, Senin (4/11/2019).
Saparuddin mengatakan, wacana pemindahan Desa Maruat bergabung ke PPU bukanlah rencana baru.
Sebelum itu warga juga pernah melakukan upaya pemindahan sekitar 2016 lalu. Saat itu, ia menduga rencana warga ingin bergabung ke PPU akibat kekecewaan warga yang telah dijanjikan untuk dibangunkan jalan yang telah dianggarkan sekitar Rp 14 miliar, namun tidak kunjung terealisasi.
"Kalau saat itu (2016) mungkin kekecewaan warga karena mendapat janji manis mau dibangunkan jalan, tapi tidak jadi," ujarnya kepada Tribun.
Namun lanjut Saparuddin, rencana pemindahan saat ini sesuai laporan dan proposal yang masuk ke Kantor Desa, warga ingin bergabung ke PPU karena permasalahan jauhnya jarak tempuh untuk mengurus administasi.
• Ibu Tega Masukkan Bayi ke Mesin Cuci karena Kesal sang Kekasih Menghilang, Pelaku ART Mantan Wagub
• The Guardian Sebut Jokowi - Maruf Amin Bawa Indonesia Mundur, Semula Dijagokan Seperti Obama
• Dibalik Kisah Viral Layangan Putus, Ternyata Ini Penyebab Banyak Wanita Tertarik Pria Beristri
• Lulusan SMA Hampir Rp6juta, Berikut Daftar Gaji CPNS 2019 Baru, Pendaftaran di sscasn.bkn.go.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/diterma-kabag-tapem.jpg)