Ingin Gabung PPU, Warga Desa Maruat Paser Lobi Istri Bupati
ngin Gabung PPU, Warga Desa Maruat Paser Lobi Istri Bupati Mungkin banyak yang belum mengenal Desa Maruat, Kecamatan Long Kali
Tambak dan Kebun Sawit
TribunKaltim.co mencoba mendatangi langsung Desa Maruat untuk melihat kondisi dan suasana desa yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
Untuk mencapai lokasi Desa Maruat, TribunKaltim.co harus menempuh waktu sekitar dua jam dari pelabuhan kelotok Penajam sampai antor Desa Maruat.
Di perjalanan, mulai pelabuhan kelotok hingga Babulu Darat, kondisi jalan aspal dengan jarak temput sekitar satu jam.
Namun, di persimpangan Gang Ali, Babulu Darat, perjalanan berlanjut selama satu jam sampai di Desa Maruat.
Secara demografis, Desa Maruat dihuni warga majemuk terdiri dari berbagai macam suku, seperti Paser, Bugis, Jawa, Madura, dan Banjar.
Kades Desa Maruat Saparuddin kepada Tribun Kaltim, Minggu (3/11) kemarin mengatakan, Desa Maruat berdiri sejak 2007 yang merupakan pemekaran dari Desa Muara Talake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. "Ini bagian pemekaran dari Desa Muara Talake, tepatnya berdiri 6 November 2019. Nggak lama desa ini berulang tahun ke-12," ujarnya.
Saparuddin mengatakan, Desa Maruat memiliki penduduk 996 jiwa dengan luas wilayah sekitar 1.400 hektare.
Desa Maruat juga memiliki tiga sektor sumber daya alam (SDA) unggulan yakni pertanian dengan luas 400 hektar, perkebunan kelapa maupun sawit 450 hektare, serta pertambakan udang, ikan bandeng dan rumput laut seluas 550 hektar. "Itu juga yang menjadi mata pencarian warga di sini," ungkapnya.
• Ibu Tega Masukkan Bayi ke Mesin Cuci karena Kesal sang Kekasih Menghilang, Pelaku ART Mantan Wagub
• The Guardian Sebut Jokowi - Maruf Amin Bawa Indonesia Mundur, Semula Dijagokan Seperti Obama
• Dibalik Kisah Viral Layangan Putus, Ternyata Ini Penyebab Banyak Wanita Tertarik Pria Beristri
• Lulusan SMA Hampir Rp6juta, Berikut Daftar Gaji CPNS 2019 Baru, Pendaftaran di sscasn.bkn.go.id
Lanjut dia, Desa Maruat hanya memiliki lima RT. Untuk fasilitas publik, di Desa Maruat sudah ada sekolah dasar (SD), SMP dan TK. "Kita juga punya satu Puskesmas Pembantu (Pusban) Desa, posyandu dan perpustakaan desa," terangnya.
Saparuddin menambahkan, bidang usaha menengah, warga Desa Maruat memiliki usaha pembuatan minyak goreng kelapa, kerajinan batok kelapa, gula semut dan gula jengkol dari kelapa, serta pembuatan kecap. (m05/aas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/diterma-kabag-tapem.jpg)