Kesehatan

WASPADALAH! Begini Cara Membedakan Es Batu Pakai Air Matang dan Air Mentah, Ternyata ada Bakteri Ini

WASPADALAH! Begini Cara Membedakan Es Batu Pakai Air Matang dan Air Mentah, Ternyata ada Bakteri Ini

WASPADALAH! Begini Cara Membedakan Es Batu Pakai Air Matang dan Air Mentah, Ternyata ada Bakteri Ini
NET
WASPADALAH! Begini Cara Membedakan Es Batu Pakai Air Matang dan Air Mentah, Ternyata ada Bakteri Ini 

TRIBUNKALTIM.CO- Harus waspada begini cara membedakan es batu pakai Air matang dan air mentah, Ternyata ada bakteri Ini

Minum segelas minuman dingin lengkap dengan (ekstra) es batu memang paling pas dinikmati saat cuaca terik.

Es batu juga jadi favorit untuk ditambahkan ke smoothies untuk menambah sensasi es salju.

Jika Anda memakai es batu buatan sendiri di rumah, tergolong aman karena dibuat dengan air matang.

Namun jika Anda menggunakan es batu yang dijual di pasaran, bisa jadi dibuat dari air mentah, yang membuat Anda pasti khawatir akan kebersihannya.

Tiga Murid SD Mengetes Pengetahuan Bupati Lewat Percobaan Ini

Hasil Fuzhou China Open 2019 Praveen/Melati Makin Pede, Melangkah ke Perempat Final Kalahkan Inggris

Ayah Tiri Tega Injak Bocah 3 Tahun hingga Kejang-kejang dan Meninggal Dunia Karena BAB di Celana

Tangan Sampai Ikut Bicara, Ternyata Begini Ekspresi William Aditya Saat Ucap Anies Gubernur Amatiran

Mungkin Anda masih ingat pada tahun 2015, pihak kepolisian menemukan pabrik es batu di Jakarta Timur yang menggunakan bahan baku dari air sungai Kalimalang.

Sumber air yang tidak aman seperti itu dapat mengandung bakteri enterik (yang menyerang saluran pencernaan) seperti E. coli dan salmonela.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, sebaiknya es batu yang dikonsumsi adalah yang dibuat dari air matang.

Jika memakai air mentah, proses pembekuan tidak dapat mematikan bakteri yang terkandung di dalam air mentah tersebut.

Ditambahkan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, bahwa adanya patogen (bakteri atau bahan lain yang bisa menjadi sumber penyakit) dalam es batu yang dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan gangguan saluran cerna.

Halaman
1234
Editor: Nur Pratama
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved