Erick Thohir Gebrak BUMN,Undang Ahok dan Mantan Komisioner KPK Gabung hingga Sapu Bersih Deputi BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersih-bersih dan menggelar terobosan tak biasa di perusahaan milik negara.

Erick Thohir Gebrak BUMN,Undang Ahok dan Mantan Komisioner KPK Gabung hingga Sapu Bersih Deputi BUMN
TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO
Bakal calon Presiden Joko Widodo bersalaman dengan pebisnis Erick Thohir (kanan) usai mengumumkan tim pemenangan kampanye di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018). Jokowi menunjuk Jusuf Kalla sebagai Dewan pengarah dan Erick Thohir sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersih-bersih dan menggelar terobosan tak biasa di perusahaan milik negara.

Gebrakan itu dimulai dengan memilih tiga wakil menteri BUMN yang mendampinginya.

Disusul langkah yang penuh kontroversial yakni berencana menarik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke dalam perusahaan BUMN.

Kontroversi karena mengundang pro dan kontra.

Terutama dari lawan politik Ahok di Pilkada DKI Jakarta lalu masih terus mengkritisi kebijakan kementerian BUMN itu.

Setelah Ahok, giliran Erick Thohir mengundang mantan pimpinan KPK Chandra Hamzah ke kantornya.

Kabarnya Chandra Hamzah dipercayakan menduduki sebuah jabatan di BUMN.

Dalam pertemuan itu, Chandra Hamzah mengaku berbicara dengan Erick mengenai masalah hukum serta pembenahan BUMN.

Kendati demikian, ia menepis panggilan Menteri BUMN itu terkait mengisi jabatan di BUMN.

"Enggak usah kalau-kalau lah. Nanti kita lihat saja ya," ujar Chandra Hamzah, dikutip dari pemberitaan Kompas.com.

Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah penuhi panggilan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementrian BUMN pada Senin (18/11/2019).

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved