BOS & BKSDA Kaltim Lepasliarkan 3 Orangutan, Genap 118 Orangutan Menghuni Hutan Kehje Sewen Kutim
BOS & BKSDA Kaltim Lepasliarkan 3 Orangutan, Genap 118 Orangutan Menghuni Hutan Kehje Sewen Kutim
"Jubaedah dan Jubaedi kami selamatkan di awal tahun ini.
Mereka menderita luka-luka dan malnutrisi parah. Setelah menjalani perawatan selama beberapa bulan, mereka kini telah sepenuhnya pulih dan siap dilepasliarkan.

Sementara Titon adalah Orangutan yang lahir di Samboja Lestari dan seiring waktu, ia mengasah keterampilan alami dan bertambah mandiri.
Kini Titon dinilai telah siap untuk hidup liar di Habitatnya," terang Djati Witjaksono Hadi Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jumat (22/11/2019).
Pelepasliaran ini membuat jumlah populasi Orangutan hasil rehabilitasi yang dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen menjadi 118 individu.
Sementara ditemui di kantornya oleh Tribunkaltim.co Ir. Sunandar Trigunajasa N., M.M., Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Kalimantan Timur, mengatakan,
“Ini merupakan pelepasliaran terakhir di Kalimantan Timur yang kami rencanakan untuk tahun ini.
Di sepanjang tahun 2019 ini, kerja sama kami bersama Yayasan BOS dan PT. RHOI telah menghasilkan 6 kali kegiatan pelepasliaran, dan memulangkan 21 individu Orangutan ke Habitat alami mereka.”
Ia menjelaskan, bahwa masih banyak pekerjaan yang menanti untuk dilakukan, terutama soal pelepasliaran Orangutan ke Habitat aslinya.
“Masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan, masih banyak Orangutan yang menanti kebebasan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari.
Untuk bisa merealisasikan upaya pelestarian Orangutan dan perlindungan Habitatnya secara menyeluruh, kami membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak.
Kita semua merasakan manfaat akhir, yaitu udara segar, air bersih, iklim yang teratur, serta berbagai bahan obat-obatan," jelasnya.
Sunandar menegaskan, daripada harus membunuh Orangutan, mengapa tidak memilih untuk bergabung.
Bila perlu untuk menjaga populasi Orangutan, lebihbaik tidak ada lagi yang melakukan penangkapan dan pemeliharaan Orangutan, demi menjaga keseimbangan ekologis di ekosistem Hutan Kaltim.
“Kenapa anda tidak bergabung! Lebih baik darilada harus menangkap, membunuh, atau memelihara Orangutan.