Walikota Balikpapan Dukung Program Kerja Nadiem Makarim, Rizal Effendi Sebut Butuh 2-3 Tahun

Walikota Balikpapan Dukung Program Kerja Nadiem Makarim, Rizal Effendi Sebut Butuh 2-3 Tahun

TRIBUNKALTIM.CO/ MIFTAH AULIA
Walikota Balikpapan Rizal Effendi saat menghadiri upacara Peringati hari guru Nasional ke-25 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-74, di lapangan SPN, Balikpapan, Senin (25/11/19). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan dukung program kerja Nadiem Makarim, Rizal Effendi sebut butuh 2-3 tahun.

Peringati Hari Guru Nasional ke-25 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) ke-74,

Pemerintah Kota Balikpapan menyelenggarakan upacara di lapangan SPN, Balikpapan, Senin (25/11/19).

Upacara peringatan tersebut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Walikota Balikpapan Rizal Effendi serta diikuti ribuan guru negeri dan swasta.

BACA JUGA

Ini Delapan Tanda Awal Serangan Jantung yang Penting Diketahui, Bisa Menyerang Siapapun dan Kapanpun

Nikita Mirzani Beberkan Produk Kosmetik Bermerkuri hingga Wajah Temannya Rusak, Sempat Di-endorse!

Kabar Buruk Mafia Migas? Peneliti Beber Tugas Pertama Ahok BTP Benahi Pertamina dan Ungkap Caranya 

Jelang Hari Guru Nasional 25 November 2019, Ini Lirik Lagu Hymne Guru dan Ucapan untuk Guru Tercinta

Dalam kesempatannya, Rizal Effendi mengatakan akan mendukung program kerja Menteri Pendidikan baru Nadiem Makariem dalam memajukan sistem pendidikan di Indonesia.

"Menteri pendidikan yang baru kan menteri milenial. Jadi dia diinstruksikan oleh presiden untuk melakukan perubahan terhadap model pendidikan di Indonesia,

jadi kita dukung saja namun tetap kita lihat ke depannya," ujar Rizal Effendi, Senin (25/11/19).

Menurut Rizal Effendi beberapa perubahan yang akan dilakukan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim merupakan satu langkah yang baik untuk mengubah sistem ajar di Indonesia.

Salah satu sistem yang akan diterapkan seperti misalnya tidak lagi mengajar di kelas dengan sistem yang monoton satu arah, melainkan murid dan guru dapat berdialog lebih aktif.

Meski begitu, Rizal Effendi menilai adanya pergantian sistem pola ajar yang dilakukan perlu dikaji terlebih dahulu mengingat perubahan kurikulum yang lama juga belum terselesaikan.

Pidato Nadiem Makarim untuk peringatan Hari Guru Nasional jadi viral. Begini isi lengkapnya
Pidato Nadiem Makarim untuk peringatan Hari Guru Nasional jadi viral. Begini isi lengkapnya (Tribunnews/Jeprima-Twitter kemendikbud)

BACA JUGA

Sinarmas Genjot Pembangunan Jalan Grand City, Area Sisi akan Jadi Sentra Bisnis Baru di Balikpapan

Balikpapan Raih Penghargaan Kota Sehat, Akreditasi 15 Puskesmas Meningkat, Dua Raih Tertinggi

Selama Setahun Kasus Stunting di Balikpapan Menurun Drastis, Sisa 741 Kasus

"Saya lihat memang ini baik tapi harus kita waspadai karena penggantian sistem pendidikan atau kurikulum itu biasanya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bisa 2 sampai 3 tahun," tambah Rizal Effendi.

Rizal Effendi menuturkan dirinya juga setuju dengan sistem pendidikan yang akan menciptakan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang unggul.

Namun di sisi lain, Rizal Effendi menyebut hal itu perlu menjadi perhatian agar orientasi pendidikan di Indonesia tidak hanya sebatas untuk mencari pekerjaan saja.

"Kita cermati dari berbagai pihak, mengingat sistem pendidikan sekarang seolah-olah orientasinya hanya untuk mencari pekerjaan saja.

Padahal, sistem pendidikan kita ini untuk membentuk karakter, jangan sampai terjebak karena persaingan di lapangan," pungkas Rizal Effendi mengakhiri keterangannya.

Ucap Maaf karena Beda, Nadiem Makarim Hanya Mau ini di Pidato Viral Hari Guru Nasional 25 November

Naskah pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim untuk peringatan Hari Guru Nasional, 25 November viral di media sosial.

Teks pidato Nadiem Makarim sebanyak 2 halaman itu rencananya akan dibacakan saat upacara peringatan Hari Guru Nasional 2019.

Namun, sejak diunggah di laman resmi Kemendikbud, pidato itu menyedot perhatian publik.

Apa isi pidato Nadiem Makarim hingga memunculkan berbagai respons?

 25 November Hari Guru Nasional, Ketahui Sejarah dan Bedanya dengan Hari Guru Sedunia

 VIRAL Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru Nasional, Beda dari Sebelumnya, Simak Lengkapnya

 Kumpulan Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2019, Bahasa Inggris dan Artinya Kirim Lewat WhatsApp!

Pada kalimat awal pidatonya, Nadiem Makarim mengucapkan permohonan maaf karena pidato yang akan ia sampaikan sedikit berbeda dengan para pendahulunya.

"Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik," demikian Nadiem Makarim mengawali pidatonya.

"Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," tulis Nadiem Makarim.

Dalam pidato tersebut, Nadiem berjanji tak akan memberi janji kosong kepada ratusan guru.

Ia juga menyampaikan rasa simpatinya untuk para guru di Indonesia karena tugas mulia yang mereka emban juga diikuti oleh aturan-aturan yang justru menyulitkan tugas mereka.

Selain itu, Nadiem Makarim memandang tugas administratif yang dibebankan kepada para guru menghambat mereka untuk membantu para murid yang mengalami ketertinggalan di kelas.

Kurikulum yang terlalu padat dan kurangnya kepercayaan untuk berinovasi, dinilai Nadiem juga menghambat para guru untuk berkarya demi kesuksesan anak didiknya.

Ia berjanji tidak akan memberi janji-janji kosong kepada seluruh guru di Indonesia, serta akan tetap berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Ia juga meminta para guru untuk melakukan perubahan kecil di kelas tanpa menunggu perintah.

Masih dalam pidatonya, Nadiem Makarim mengatakan perubahan kecil terus bisa dilakukan dengan cara berikut:

- Mengajak kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

- Memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.

- Mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.

- Menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

- Menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

"Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak," tutup Nadiem Makarim sebelum memberikan ucapan Selamat Hari Guru dalam pidatonya.

Selengkapnya, berikut naskah pidato Mendikbud Nadiem Makarim dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional 2019:

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Shalom,
Namo Buddhaya,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.

Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda.

Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi. Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda.

Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan.

Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas.

Semuanya berawal dan berakhir dari guru.

Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas

- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.

- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru, #merdekabelajar #gurupenggerak

Shalom,
Namo Buddhaya,
Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim 

(*)

Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy

Langganan Berita Pilihan Tribun Kaltim di WhatsApp
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved