Selama Setahun Kasus Stunting di Balikpapan Menurun Drastis, Sisa 741 Kasus
Selama Setahun Kasus Stunting di Balikpapan Menurun Drastis, Sisa 741 Kasus
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -selama setahun kasus stunting di Balikpapan menurun drastis, sisa 741 kasus
Kota Balikpapan selama satu tahun belakangan ini berhasil menurunkan angka kasus stunting.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan angka stunting turun hingg 4,7 persen, Senin (25/11/2019).
Hal tersebut diungkapkan Kepala DKK Balikpapan usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional di Halaman Pemkot Kota Balikpapan.
Kepala DKK dr. Andi Sri Juliarty mengatakan, angka stunting menurun atas kerjasama semua pihak.
Baca Juga • Timnas Indonesia vs Thailand Ini yang Bikin Indra Sjafri Optimis di SEA Games 2019
Baca Juga • Pengakuan Aji Santoso Bawa Persebaya Tak Terkalahkan Meski Tanpa Dukungan Bonek di Stadion
Baca Juga• Ani Idrus jadi Google Doodle Hari Ini, Simak Profil Wanita yang Berprofesi Sebagai Wartawati Ini
Baca Juga • Polemik Betrand Peto Minum ASI Sarwendah, Sebaiknya Pilih Ibu Susu atau Susu Sapi? Ini Jawabannya
"Banyak sekali bantuan dari organisasi profesi, dari DKK, Bappeda dan semua kantor yang terkait dengan Satgas Stunting. Sehingga menjadi perhatian bersama," kata Andi Sri Juiarty.
Menurutnya, angka kasus stunting dari 33 persen turun hingga 4,7 persen. Jika dihitung tinggal 741 anak yang mengalami stunting di Balikpapan, dari total 10 ribu jumlah anak.
Data itu dari jumlah anak dari umur 0 - 2 tahun, dan 2-5 tahun. "Fokus kita di usia 2 tahun, karena golden pembentukan otaknya di usia 2 tahun," katanya.
Program Dinas Kesehatan Kota Balikpapan untuk menurunkan kasus stunting diantaranya setiap bulan menimbang balita, ditambah dengan program dokter sebagai orang tua asuh.
"Kita coba hasilnya dengan menggendong 111 anak asuh," katanya.
Untuk mengurangi angka stunting Pemkot Balikpapan juga mulai menggerakan pemeriksaan rutin dari saat ibu hamil di Posyandu.
Balerina JPP, mantan Kepala DKK Balikpapan pun menyarankan, agar Pemkot Balikpapan tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan dan program agar kedepannya dapat mengurangi angka stunting.
"Sehingga tidak ada lagi kasus stunding di Kota Balikpapan, dari 33 persen bisa menurunkan hingga 4,7%. Kita harapkan kedepannya Dinas Kesehatan lebih banyak lagi program kesehatan untuk ibu dan anak," ungkapnya.
Disamping itu, Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyebutkan, sesuai dengan perintah Presiden di Hari Kesehatan Nasional ini penyakit yang harus paling diperhatikan yaitu stunting.
"Mulai dari kandungan anak-anak harus diperhatikan, karena jika kecenderungan mengalami stunting, anak tersebut tidak akan cerdas dan pertumbuhannya terlambat, serta akan mengalami beberapa masalah kesehatan," kata Rizal Effendi.