Temuan Damkar, Banyak Hotel di Samarinda tak Ada Sistem Proteksi Kebakaran, 3 Hotel Ini Sudah Pasang

Temuan Damkar, Banyak Hotel di Samarinda tak Ada Sistem Proteksi Kebakaran, 3 Hotel Ini Sudah Pasang,

Temuan Damkar, Banyak Hotel di Samarinda tak Ada Sistem Proteksi Kebakaran, 3 Hotel Ini Sudah Pasang
TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
Hotel Midtown yang terletak di Jalan Hasan Basri merupakan salah satu hotel yang telah memasang sistem proteksi kebakaran sesuai dengan standart, Rabu (4/12/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Temuan Damkar, Banyak Hotel di Samarinda tak Ada Sistem Proteksi Kebakaran, 3 Hotel Ini Sudah Pasang.

Sejumlah hotel di Kota Tepian mengabaikan keselamatan tamunya dengan tidak memasang, maupun melengkapi setiap sudut ruangan dengan sistem proteksi kebakaran.

Dari hasil inspeksi Dinas Pemadam Kebakaran ( Damkar ) Kota Samarinda terhadap hotel-hotel, diketahui masih banyak hotel yang tidak melengkapi maupun memasang sistem proteksi kebakaran, tidak terkecuali hotel berbintang.

 

Apresiasi Penanggulangan Karhutla di Kalimantan CGV Cinemas Nonton Bareng Damkar dan BPBD Balikpapan

Bentuk Kampung Pencegahan Dini Kebakaran, Disdamkar Samarinda Gelar Edukasi Alat Pemadam Api Ringan

Sejauh ini, hanya terdapat Harris Hotel, Midtown Hotel, dan Horison yang telah memasang sistem proteksi kebakaran sesuai dengan standart, sisanya terdapat hotel yang masih belum lengkap, maupun alatnya yang telah rusak.

"Ada sejumlah hotel yang telah memasang, tapi masih ada yang harus dilengkapi, yang belum lengkap tentu kami beri saran agar melengkapi sesuai dengan standart keamanan pemadaman," ucap Kepala Dinas Damkar Kota Samarinda, Nursan, Rabu (4/12/2019).

Kasi Inspeksi dan Proteksi Kebakaran, Zakky Anshari menambahkan, hampir semua hotel di Kota Tepian telah dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya, rata-rata hotel hanya memiliki sejumlah Apar dan jalan evakuasi saja.

"Ada juga yang memasang sprinkler, tapi tidak tersambung dengan sistem, jadi air tidak bakal keluar, hanya memasang saja tapi tidak terkoneksi. Kebanyakan membangun hotel dulu baru pasang sistem proteksi, seharusnya pembangunan sekaligus pemasangan proteksi," ungkapnya.

Lanjut dirinya menjelaskan, setiap bangunan yang memiliki luas minimal 200 meter persegi wajib memasang sistem proteksi kebakaran, termasuk gedung yang memiliki empat lantai lebih.

Sistem proteksi kebakaran meliputi sejumlah komponen, diantaranya memiliki minimal dua jalur evakuasi, pencahayaan, petunjuk arah darurat, setiap sudut ruangan maupun kamar terpasang sprinkler, sistem deteksi asap, alarm, serta hydrant box.

"Pemasangan komponen sistem proteksi kebakaran disesuaikan dengan luasan gedung, tangga evakuasi tidak boleh sama dengan tangga biasa, hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian serius bagi pengelola hotel, karena berkaitan dengan keselamatan banyak orang," tegasnya.

"Setiap pemeriksaan kita sertakan dengan berita acara, yang kurang kita beri catatan agar melengkapi. Jika tidak dilengkapi, kita tidak bisa berikan sanksi atau tindakan, tapi kalau ada masalah jangan salahkan kami," sambungnya.

Selain hotel, pihaknya juga melakukan inspeksi ke pusat perbelanjaan, hasilnya ditemukan banyak pusat perbelanjaan yang telah memenuhi standart sistem proteksi kebakaran.

"Beberapa mall sudah lengkap," pungkasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved